headline

Oktober Vaksinasi Kepri Bisa 100%

Gubernur Ajak Semua Pihak Sukseskan Program Vaksinasi

Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, meninjau pelaksanaan vaksinasi di PT McDermott, Batuampar, Kamis (16/9). (Humas Pemprov Kepri untuk Batam Pos)

batampos.id – Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Ansar Ahmad, kembali mengajak semua pihak untuk bahu membahu menyukseskan program vaksinasi 50 ribu orang dalam sehari. Pemerintah Kota Batam pun menyanggupi target tersebut.

Ansar menyebut, hingga saat ini, penyuntikan dosis pertama di Kepri sudah mencapai 78,83 persen. Sedangkan dosis kedua 49,33 persen dan akan terus ditingkatkan untuk mencapai target yang telah ditetapkan.

”Saya berterima kasih kepada semua komponen masyarakat Kepri yang bahu membahu menyukseskan vaksinasi ini. Dengan ikhtiar bersama, bergotong-royong, menjadikan capaian vaksinasi Kepri tertinggi setelah Jakarta dan Bali,” ujar Ansar, saat meninjau pelaksanaan vaksinasi pekerja PT McDermott Indonesia di Batuampar, Batam, Kamis (16/9).

Menurut Gubernur, Kepri juga patut bersyukur karena senantiasa mendapat perhatian dari pemerintah pusat, terkait ketersediaan vaksin. Setiap pihaknya melaporkan dan meminta tambahan vaksin, esok harinya langsung menerima kiriman vaksin dari Jakarta. Kepri menerima sesuai dengan yang diajukan.

Ansar menambahkan, saat ini di Kepri, suntikan per hari sudah cukup tinggi, namun tetap akan ditingkatkan. Termasuk target 50 ribu suntikan bertepatan dengan Hari Jadi ke-19 Provinsi Kepri pada 24 September 2021 mendatang.

“Bila program ini berjalan, mudah-mudahan akhir Oktober mendatang, kita bisa menargetkan 100 persen vaksinasi bagi semua masyarakat Kepri,” kata Ansar.

Pada kesempatan yang sama, Dirjen P2P Kemenkes, Maxi Rein Rondunuwun, mengapresiasi keberhasilan Kepri yang sejauh ini menempati posisi ketiga secara nasional dalam capaian vaksinasi.

”Capaian ini bukan kerja mudah. Perlu gotong royong semua komponen. Alhamdulillah, capaian vaksinasi Kepri dosis kedua di angka 78 persen. Ini benar-benar sesuatu yang patut dibanggakan,” ujar Maxi.

Ia juga mengaku menyaksikan langsung antusiasme masyarakat Kepri mengikuti program vaksinasi. Hal ini dibuktikan setiap ada pembukaan vaksinasi, selalu banyak yang hadir. Bahkan rela antre panjang dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Maxi yakin, jika capaian kerja seperti Kepri bisa dilakukan di semua pemerintah daerah di Indonesia, maka target 100 persen secara nasional pada akhir tahun ini, bukan tidak mungkin bisa dicapai.

Sementara itu, Senior Director Batam Facility PT McDermott, Dino Cimetta, mengatakan, sejauh ini perusahaannya telah melakukan vaksinasi kepada hampir semua pekerjanya. Karena memang, PT McDermott akan memastikan semua pekerjanya tervaksinasi.

Untuk pemberian vaksin dosis pertama, baik menggunakan vaksin Sinovac ataupun AstraZeneca, sudah tervaksin sebanyak 7.571 karyawan atau mencapai 96 persen dari seluruh karyawan yang harus menerima vaksinasi.

Adapun untuk pemberian vaksin dosis kedua, sejauh ini sudah diberikan kepada 4.600 karyawan atau sekitar 62 persen. ”Termasuk pemberian vaksin hari ini (kemarin, red) sebayak 1.100 vial,” ungkapnya.

Dino Cimetta menambahkan, selain memprioritaskan kepada para pekerjanya, keluarga pekerja itu sendiri juga difasilitasi pemberian vaksin. ”Sejauh ini, sudah kurang lebih 2.500 keluarga pekerja yang kita vaksin,” sebutnya.

Seperti diketahui, PT McDermott Indonesia adalah perusahaan penyedia jasa kontruksi lepas pantai terkemuka untuk industri minyak dan gas. Perusahaan ini sendiri sudah ada sejak awal dikembangkannya Kota Batam tahun 1970 lalu.

Di tempat terpisah, Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengatakan persoalan capaian vaksinasi di Batam tergantung stok vaksin yang tersedia. Selama ini Batam paling banyak melakukan vaksinasi dengan dukungan berbagai pihak. Capaian vaksinasi Batam sudah di angka 78 persen secara keseluruhan.

”Berapapun target yang diberikan, kalau barang itu ada, selesai semua. Sekarang ini stok vaksin tidak sebanding dengan kebutuhan, sehingga mempengaruhi capaian harian,” kata dia, Kamis (16/9).

Amsakar menyebutkan, awal tahun lalu capaian vaksinasi di Kota Batam mencapai 20 ribu dalam satu hari. Angka ini merupakan paling tinggi dan bisa terlaksana karena ketersediaan vaksin. Sedangkan saat ini, vaksin tidak banyak, sehingga sulit untuk mencapai angka tersebut.

”Meskipun begitu, kami tetap optimistis Batam bisa 100 persen tahun ini. Bicara soal waktu saja lagi. Ke depan kalau vaksin datang sesuai kebutuhan, tak butuh lama akan kami lakukan penyuntikan secepat mungkin,” terangnya.

Mantan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Batam ini menuturkan, tenaga kesehatan yang ada saat ini siap membantu pemerintah dalam menyukseskan vaksinasi. Ia berharap seluruh warga bisa mendapatkan vaksin, sehingga capaian bisa terus naik. ”Intinya tidak ada masalah,” imbuhnya.

Ia juga menambahkan, pelaksanaan vaksinasi saat ini dibuat lebih baik. Pemanfaatan pendaftaran online dinilai turut membantu masyarakat dalam mendapatkan vaksin.

”Sekarang, kalau mau vaksin harus daftar dulu. Karena kami tidak mau, saat mereka datang ke lokasi dari pagi malah tidak mendapatkan vaksin. Jadi lebih teratur, dan setiap hari pelaksanaan vaksinasi. Hanya saja jumlahnya disesuaikan dengan kemampuan penyelenggara, sebab mereka tetap harus sesuai protkes,” tambahnya.

Berdasarkan data terbaru saat ini untuk stok vaksin masih tersedia 53.940 dosis atau 4 persen dari kebutuhan. Capaian dosis kedua saat ini baru mencapai angka 40 persen. (*)

Reporter : JAILANI, YULITAVIA
Editor : MOHAMMAD TAHANG