Covid-19

Siapkan Tes PCR dan Vaksin Covid-19 di Lokasi Karantina Pekerja Migran Indonesia

Gubernur Kepri, Ansar Ahmad (kanan), saat mendampingi Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi (pakai rompi), meninjau Pelabuhan Feri Internasional Batam Center, Kota Batam, Kamis (16/9). (Humas Pemprov untuk Batam Pos)

batampos.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri akan memperketat pengawasan terhadap Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang kembali ke Tanah Air melalui pelabuhan laut di Kota Batam. Upaya ini dilakukan untuk mengantisipasi masuknya varian baru Covid-19 yakni Lambda dan MU, yang berpotensi dibawa PMI dari negeri seberang.

Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, mengatakan, selain menyiapkan tes PCR maupun antigen, pihaknya juga akan menyiapkan vaksinasi untuk PMI di lokasi karantina yang disediakan. Seperti, di Rusunawa Pemerintah Kota (Pemko) maupun Badan Pengusahaan (BP) Batam di Tanjunguncang, Batuaji, Kota Batam.

“Setelah delapan hari karantina, petugas baru akan memberikan surat perjalanan (kembali ke daerah asal) kepada PMI,” kata Gubernur, saat mendampingi Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi, meninjau rusunawa dan Pelabuhan Feri Internasional Batam Center, Kamis (16/9).

Sesuai protokol, setelah PMI tiba di Batam, mereka akan langsung dites dengan swab PCR. PMI yang positif Covid-19 akan dikarantina di Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) Galang, Batam. Sementara yang negatif, dikarantina di rusunawa yang ditetapkan tersebut.

Selama periode tersebut, pemerintah juga akan memastikan agar penerapan protokol kesehatan (protkes) pencegahan Covid-19 dilakukan dengan baik. Seperti, memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas (5M).

Setelah delapan hari, PMI di rusunawa akan kembali dilakukan swab ulang. Yang negatif, baru diperbolehkan pulang ke kampung halaman masing-masing.

Menurut Gubernur, peningkatan pengawasan dan penanganan terhadap PMI yang baru tiba di Batam, sebagai upaya mengantisipasi penyebaran varian baru Covid-19 agar tak menyebar di Tanah Air melalui kepulangan PMI.

Senada dengan itu, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, mengatakan, pihaknya akan meningkatkan pengawasan di pos lintas batas antarnegara. Wilayah Kepri sebagai salah satu pintu masuk lintas negara, dipastikan juga akan meningkatkan pengawasan.

“Ini sebagai upaya kita mengantisipasi masuknya varian baru Covid-19, seperti varian MU dan Lambda,” ujar Menhub Budi di Pelabuhan Internasional Batam Center, Kota Batam, Kamis (16/9).

Menurut Menhub, kementeriannya memang ditugaskan secara khusus oleh Presiden untuk melakukan pengawasan di sejumlah pintu masuk. Batam merupakan salah satu pintu masuk melalui jalur laut. Selain itu, ada juga perlintasan jalur laut melalui Nunukan.

Sementara, untuk bandar udara, pintu masuk ditetapkan melalui Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten dan Sam Ratulangi, Manado, Sulawesi Utara. Saat ini, pengawasan perlintasan udara dinilai sudah cukup baik dan akan terus ditingkatkan lagi. Untuk perlintasan darat, pemerintah menetapkan melalui Entikong dan Aruk.

Menurut Menhub, pihaknya juga akan terus mengevaluasi pelaksanaan pengawasan lintas batas antarnegara. Evaluasi itu dilakukan bersamaan dengan evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). (*)

Reporter : Ratna Irtatik
Editor : Jamil