Kepri

Syarat Belajar Tatap Muka, Gubkepri Minta Seluruh Guru Tes Antigen

Ansar Ahmad

batampos.id-Gubernur Kepri, Ansar Ahmad mengatakan, Pemerintah Provinsi Kepri akan memastikan bahwa pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Provinsi Kepri akan berlangsung aman dan lancar. Bagi memastikan penerapan Protokol Kesehatan (Protkes), tes antigen akan dilakukan kepada seluruh guru sebelum dimulai proses PTM di Provinsi Kepri.

BACA JUGA: Pemko Batam Beri Sinyal Belajar Tatap Muka Dibuka Pekan Depan

“Bahwa pelaksanaan tes antigen kepada seluruh guru-guru di tingkat SMA/SMK dan SMP yang melaksanakan kegiatan Pembelajaran Tatap Muka,” ujar Gubernur Ansar, Rabu (15/9) lalu di Gedung DPRD Provinsi Kepri, Tanjungpinang.

Menurut Gubernur, pihaknya akan dorong semua guru SMA,SMK, SMP yang akan dibuka telahpun divaksin. Selain itu, ia juga akan meminta Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Kepri melakukan tracing sebelum hari pelaksanaan PTM dengan melakukan tes Antigen kepada seluruh pihak sekolah. Tes antigen tersebut dilakukan guna memastikan pelaksanaan PTM di Kepri benar-benar aman.

“Kita akan terus memastikan dari hulu ke hilir nya Aman, jika tidak kita tidak bisa memaksakan ,” jelas Ansar.

Ansar juga mengatakan pihaknya juga akan segera mengeluarkan Surat Edaran terkait pelaksanaan kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Provinsi Kepri. Dijelaskannya, nanti didalam SE tersebut akan jelas bagaimana sistematika pelaksanaan PTM, syaratnya, satu kelas berapa orang, dan bagaimana teknis pelaksanaannya.

“Guna kelancaran dan keamanan pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka PTM di Provinsi Kepri sesuai standar kesehatan guna terhindar dari penyebaran Covid-19,” tutupnya.

Sementara itu, Legislator Komisi IV DPRD Provinsi Kepri, Teddy Jun Askara mengatakan, terkait rencana pembelanjaran tatap muka pada Oktober mendatang, pihaknya belum mendapatkan penjelasan dari Pemprov Kepri melalui Disdik Provinsi Kepri.

“Sampai saat ini, kami belum mendapatkan penjelasan terkait rencana tersebut. Memang lewat reses kemarin, kami mendapatkan banyak pertanyaan dari para masyarakat, kapan belajar kembali ke sekolah dimulai,” ujar Teddy Jun Askara, kemarin.

Politisi Partai Golkar tersebut menegaskan, persoalan ini harus didudukan terlebih dahulu dengan melibatkan Tim Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Kepri. Jangan sampai kebijakan tatap muka nantinya, menjadi persoalan baru yang menyebabkan munculnya klaster-klaster baru Covid-19 di Provinsi Kepri. Baginya, prioritas utama adalah mengenai jaminan kesehatan, dan tidak terjadi penularan Covid-19.

“Selain itu proses vaksinasi terhadap guru dan pelajar tentunya juga harus digesa. Sehingga kekebalan kelompok terbentuk, sehingga proses belajar tatap muka ditengah pandemi bisa dikendalikan,” jelasnya. (*)

Reporter: Jailani
editor: tunggul