Bintan-Pinang

Disdagin Tanjungpinang Jembatani Pelaku IKM Promosikan Produk di Swalayan

Kunjungan wali Kota Tanjungpinang pada salah satu swalayan yang bekerjasama dengan untuk penasaran produk IKM, belum lama ini. F. Disdagin Tanjungpinang

batampos.id– Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Tanjungpinang kembali usulkan program promosi produk Industri Kecil Menengah (IKM) di swalayan untuk 2022 mendatang karena dinilai mampu membantu pelaku usaha dalam memasarkan produk lokal.

BACA JUGA: Bazar Juadah Nusantara Bantu IKM Promosikan Produk ke Masyarakat

Kepala Bidang (Kabid) Perindustrian Disdagin Kota Tanjungpinang, Syarifah Zairina menjelaskan promosi produk Industri Kecil Menengah (IKM) dalam bentuk makanan ringan bekerjasama dengan 6 swalayan yang ada di Tanjungpinang.

“Untuk sementara ada 6 swalayan yang sudah bekerjasama dengan Pemko Tanjungpinang menyediakan rak atau wadah untuk produk IKM,” kata Syarifah, Minggu (19/9).

Pelaku IKM tersebut, dijelaskan Syarifah tidak mengeluarkan biaya sama sekali termasuk penyediaan tempat di swalayan tersebut. Stand produk IKM itu dijaga oleh dua petugas yang akan mempromosikan kepada para pengunjung swalayan.

“Tidak hanya promosi di swalayan, duta promosi itu juga mempromosikan di sosial media,” ujarnya.

Swalayan yang sudah bekerjasama tersebut adalah, lanjut Syarifah, Hypermart, Swalayan Zoom, Swalayan Pinang Lestari, Swalayan Pinang Kencana, Swalayan Kurnia dan Pasar Raya Bintan 21.

Saat ini ada 16 IKM yang sudah bisa meletakkan produknya di swalayan yang telah disepakati, ada syarat yang harua diikuti seperti sertifikat halal dan kemasan yang menarik.

“Selama ini respon masyarakat bagus, karena mereka tidak perlu cari oleh-oleh ke tempat lain, jika ada yang pesan dalam jumlah banyak petugas akan menghubungi pemilik produk,” jelasnya.

Saat dilakukan evaluasi, Kabid Perindustrian itu menyampaikan pelaku IKM berharap program itu terus berlanjut, karena masing-masing IKM juga sudah merekrut tenaga kerja. Tidak hanya itu biasanya untuk masuk mempromosikan produk di swalayan itu cukup sulit jika dilakukan langsung oleh IKM tanpa bantuan Pemko Tanjungpinang.

“Pemko melalui Disdagin khususnya bidang industri membantu memfasilitasi, kita sudah ajukan untuk tahun depan karena semua IKM ini meminta untuk diteruskan,” tambahnya.

Banyak manfaat dari program itu, tidak hanya IKM melainkan merekrut belasan tenaga kerja untuk menjaga stand itu. Tenaga kerja itu juga dilatih seperti cara berbicara, bersikap hingga teknik promosi sebelum ditugaskan. “Mereka dilatih agar bisa menjadi pramuniaga yang bagus untuk menarik pembeli,” imbuhnya.

Ia mengajak kepada masyarakat Tanjungpinang juga ikut membantu pelaku IKM lokal dengan cara membeli produknya. “Salah satu cara yang bisa kita lakukan adalah dengan membeli produknya, kita harus bangga berbelanja produk lokal,” tuturnya. (*)

Reporter : Peri Irawan
reporter: Tunggul