Kepri

Ansar Mau Sekda yang Profesional, Sampai Tahap Wawancara Tetap Bertahan 8 Nama Calon Sekda Kepri

Enam calon Sekda Pemprov Kepri foto bersama saat mau tahap seleksi

batampos.id-Panitia Seleksi (Pansel) Jabatan Pimpinan Tinggi Madya (JPTM) Provinsi Kepri akan menyerahkan tiga nama calon sekda ke Gubernur Kepri, Ansar Ahmad pada awal Oktober mendatang. Ketua Pansel untuk posisi Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kepri, Hamdani mengatakan saat ini masih dalam tahapan wawancara.

BACA JUGA: Ikut Seleksi Calon Sekdaprov Kepri, Adi Prihantara Ingin Berkontribusi dan Berjuang Buat Daerah

“Masih dalam tahapan wawancara. Apabila tidak ada halangan, awal Oktober nanti tiga nama terpilih akan kami sampaikan ke Gubernur untuk selanjutnya diserahkan ke Mendagri,” ujar Hamdani, Minggu (19/9)

Staf Ahli Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tersebut mengatakan, dari beberapa proses yang sudah dilaksanakan, tidak ada peserta yang gugur. Menurutnya, apabila ada peserta yang tidak mengikuti tahapan-tahapan yang sudah ditentukan, maka otamatis gugur sebagai peserta.

“Hasil rekomendasi dari Pansel akan disampaikan oleh Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Kepri. Kami dalam memberikan rekomendasi tentunya akan menyertakan dengan sejumlah catatan, sebagai rujukan bagi pihak berwenang untuk menetapkan pejabat terpilih,” jelasnya.

Sementara itu, Gubernur Kepri, Ansar Ahmad pasang badan alias menjamin proses seleksi terbuka untuk jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kepri bebas kolusi. Sehingga tidak ada jaminan orang yang dekat denganya otamatis terpilih sebagai pejebat eselon I di lingkungan Pemprov Kepri.

“Proses sedang berjalan, yang jelas kita mengikuti sarat dan ketentuan yang sudah sudah ditetapkan oleh Panitia Seleksi (Pansel) Jabatan Pimpinan Tinggi Madya (JPTM) Provinsi Kepri,” ujar Gubernur Ansar.

Ditanya kreteria yang diperlukan untuk posisi Sekda tersebut? Mengenai hal itu, Mantan Bupati Bintan tersebut tidak ada sarat yang muluk, karena yang diperlukan adalah orang-orang yang profesional dalam bekerja. Ditegaskannya, dalam persoalan ini ia belum membicarakan dengan tokoh politik atau lainnya terkait Sekda Provinsi Kepri ini.

“Saya menyerahkan semuanya ke Pansel yang menyeleksi dan sampai sekarang masih berada di tahap pansel.
Sekda bukan soal pilihan tapi soal kerja. Ini persoalan kerja,” tegasnya.

Masih kata Gubernur Ansar, dirinya harus memastikan Sekda itu bisa membantunya bekerja dan bisa kerja keras. Mengenai kreteria lebih lanjut, tentuny sudah diterjemahkan oleh Pansel. Apalagi akan ada tahapan uji kepatutan atau kelayanan terhadap masing-masing kandidat.

“Terkait pemilihan Sekda atau jabatan pada tingkat apapun di Pemprov Kepri tidak ada mahar-mahar. Saya juga meminta jika ada yang meminta mahar untuk pengisian jabatan eselon untuk melaporkan kepadanya langsung dan akan dilaporkan ke polisi. Pokoknya tak ada faktor ini itu. Tak ada satu pun,” tutup Ansar.

Sebelumnya, delapan nama dinyatakan memenuhi syarat untuk bersaing dalam seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Madya (JPTM) Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kepri. Dari delapan pejabat yang lulus administrasi, ada nama Sekda Kota Batam, Jefriden dan Sekda Kabupaten Bintan, Adi Prihantara yang akan berkompetisi untuk mendapatkan predikat pejabat Esselon I di lingkungan Pemprov Kepri tersebut.

Selain itu ada nama Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Anambas, Masykur, Kepala Badan Pelayanan Pengadaan (BLP) Provinsi Kepri, Misbardi, Kaban Pemberdayaan Perempuan dan Anak Pemprov Kepri, Misni, dan Sardison, Kadis Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Dukcapil. Kemudian dari lingkungan Pemko Batam ada juga nama Raja Azmansyah, Kaban Pengelola Pajak dan Retrebusi Daerah, dan Yusfa Hendri Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan. (*)

Reporter: Jailani
editor: tunggul