Metropolis

BAZNAS Batam Berikan 1.300 Paket Imun Kepada Santri di Ponpes Darul Fallah

Foto bersama usai berbagi paket imun kepada Pondok Pesantren Darul Fallah Batu Besar, Kecamatan Nongsa, Rabu (8/9)

batampos.id– Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Batam menggelar acara peduli santri dengan berbagi paket imun kepada Pondok Pesantren Darul Fallah Batu Besar, Kecamatan Nongsa, Rabu (8/9).

BACA JUGA: Publikasi Laporan Kinerja Baznas Tahun 2020

Ketua BAZNAS Batam, Muhith Marzuki mengatakan jumlah paket imun yang diserahkan sebanyak 1.300 paket. Program ini merupakan bentuk kepedulian BAZNAS kepada santriwati dan santriwan yang tetap menggelar pembelajaran meskipun di tengah pandemi Covid-19.

Peket imun terdiri dari madu, biskuit, vitamin dan makanan lainnya yang bisa membantu menjaga imun tubuh santri. Program ini sesuai dengan pusat yaitu jaga kiyai dan jaga Santri.

Wakil wali Kota Batam, Amsakar Achmad memberikan apresiasi dan penghargaan atas kegiatan berbagi ini. Ada 1.300 paket imun yang isinya vitamin supaya bisa membuat imun bagus.

BAZNAS bersama Pemko Batam, meyakini bahwa benteng umat ini, ada di tangan para kiyai dan santri. Untuk itu, perlu ada perhatian khusus kepada santri dan santriwati. Meskipun masih dalam pandemi Covid-19, pelaksanaan belajar tatap muka di pesantren berlangsung.

“Saya meminta hal ini dipantau dan diawasi, agar tidak ada penyebaran virus Covid-19 di lingkungan pelajar, salah satunya mereka yang berada di pesantren ini. Informasi yang saya terima para santri ini menjalan antigen dulu sebelum masuk ke pesantren ini,” ujarnya.

Wakil Gubernur Kepri, Marlin Agustina mengingatkan kepada santri untuk menjaga perilaku hidup bersih dan sehat. Karena lingkungan santri harus dijaga dan bersih. Menurutnya, kebersihan sangat penting ketika berada di pesantren.

“Jadi jaga kebersihan itu penting agar terhindar dari berbagai penyakit. Pastikan tetap menjaga protokol kesehatan. Jangan pernah lepas masker ketika berkegiatan, tetap jaga jarak, dan pastikan menghindari kerumunan,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama(Kemenag) Batam, Zulkarnain Umar mengatakan ada 50 pesantren dan semua sudah melaksanakan belajar tatap muka. Meskipun saat ini PPKM masih level III, sistem belajar harus tetap dilakukan.

“Banyak keluhan terkait hafalan mereka, karena santri ini ada target hafalan. Kalau daring tidak maksimal. Sehingga belajar tatap muka harus dilakukan, dengan catatan menjalankan protokol kesehatan dengan ketat. Saya mengucapkan terima kasih atas kepedulian BAZNAS Batam atas santri ini. Semoga santri tetap sehat dengan bantuan imun ini,” bebernya. (*)

Reporter : YULITAVIA
Editor : tunggul