Karimun

Forum Pemuda Muslim Kundur Serahkan Bantuan Untuk Pengobatan Habid Maulana, Bocah Terlahir Tanpa Anus

Forum pemuda muslim Kundur saat berkunjung di rumah orang tua Habid Maulana menyerahkan donasi yang dikumpulkan untuk membantu biaya pengobatan Habid Maulana

batampos.id- Forum Pemuda Muslim Kundur (FPMK) terdiri dari Yayasan Kundur Kampung Al-Qur’an, pemuda Kundur cinta Quran, forum pemuda remaja masjid Nurussalam, dan jamaah masjid Nurul Hidayah menyerahkan bantuan hasil lelang donasi masyarakat untuk biaya pengobatan Habid Maulana. Bantuan berupa uang sebesar Rp 10 juta diterima langsung ibunda Habid Maulana Febriani Sastrika di rumahnya Tanjungsari desa Lubuk kecamatan Kundur, Minggu (19/9).

BACA JUGA: PT. BIIE Bagikan Bantuan Sembako ke Masyarakat Terdampak Pandemi di Seri Kuala Lobam

Rudi Rendra koordinator penggalangan donasi mengapresiasi semua pihak yang telah terlibat dalam kegiatan penggalangan donasi. Terimakasih seluruh relawan, donatur yang sudah berbagi rezeqi untuk membantu pengobatan Habid Maulana. Semoga Allah lipat gandakan pahala atas bantuan yang diserahkan guna keperluan berobat Habid.

” Momentum ini hendaknya menjadi sarana bagi umat muslim untuk bersatu dalam membantu biaya pengobatan saudara kita,”terang Rendra.

Rudi Rendra selaku koordinator penggalangan donasi menyerahkan bantuan sebesar Rp 10 juta untuk membantu biaya pengobatan Habid Maulana

Febriani Sastrika, orang tua Habid Maulana terharu mendapat kunjungan sekaligus bantuan donasi untuk pengobatan putranya. Terimakasih atas bantuannya semoga putra kami lekas sembuh. Kami juga mohon maaf penggalangan donasi kami tutup karena dari yayasan Budha Suci bersedia membantu pengobatan Habid sampai tuntas.

Diketahui sebelumnya Habid Maulana bayi berusia 6 bulan putra bungsu dari pasangan Kahirudin, 35 dan Febriani Sastrika, 30 sejak lahir Habid Maulana tidak memiliki anus atau mengidap Atresia Ani. Selain itu bocah ini juga memiliki kelainan jantung bawaan yang bergeser ke kanan atau dekstrokardia dan pembengkokan tulang belakang atau skolionis.

Kondisi yang dialami Habid membuatnya saat buang air besar harus melalui lubang buatan di sisi kiri perutnya sejak lahir. Sebelumnya telah menjalani operasi kolostomi atau pembuatan lubang buatan dilakukan di rumah sakit Arifin Ahmad Kota Pekanbaru pada Maret 2021 lalu.

Keadaan anaknya membuat kedua orang tua Habid terus berupaya untuk kesembuhan. Habid Maulana harus kembali menjalani operasi lanjutan untuk pembuatan lubang anus pada Oktober mendatang. Namun terkendala masalah biaya karena kedua orang tuanya tergolong warga kurang mampu. (*)

Reporter: Imam Sukarno
editor: tunggul