Nasional

Kasus Turun, Vaksinasi Tinggi

Penanganan Covid-19 di Kepri Makin Baik

Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, meninjau vaksinasi yang digelar Komando Operasi TNI AU I – Pangkalan TNI AU Raja Haji Fisabilillah, Tanjungpinang, Sabtu (18/9) lalu. (Humas Pemprov Kepri untuk Batam Pos)

batampos.id – Penanganan Covid-19 di Kepri menunjukkan hasil yang baik. Kasus positif di berbagai daerah terus turun. Di Batam bahkan tercatat nol kasus. Di sisi lain, program vaksinasi makin agresif. Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Ansar Ahmad, meminta semua pihak terus berusaha memutus mata rantai penyebaran Covid-19, agar kehidupan ekonomi dan sosial masyarakat bisa kembali pulih.

Hal ini ditegaskan Gubernur saat meninjau vaksinasi yang digelar Komando Operasi TNI AU I – Pangkalan TNI AU Raja Haji Fisabilillah (Lanud AU RHF), Tanjungpinang, Sabtu (18/9) lalu.

”Kami mengapresiasi peran teman-teman TNI AU dalam upaya membantu pemerintah mencegah penyeraban Covid-19 di Kepri, salah satunya melalui vaksinasi ini,” ujar Ansar.

Vaksinasi bertema ’Serbuan Vaksinasi ke-2 LANUD Raja Haji Fisabilillah’ ini menyasar anak usia pelajar karena sebentar lagi akan memulai proses belajar tatap muka.

”Kita optimistis dengan pemberian vaksinasi secara merata di Kepulauan Riau, Insya Allah akan bisa memutuskan mata rantai penularan Covid-19, sehingga anak-anak nanti juga dapat kembali beraktivitas melaksanakan pendidikan seperti sedia kala dengan lebih nyaman, lebih aman, dan lebih baik,” ujar Gubernur.

Ia berpesan, meskipun sudah divaksin, masyarakat diwajibkan tetap menerapkan protokol kesehatan (protkes). Karena vaksinasi dan penerapan protkes merupakan upaya utama dan hal yang tidak dapat dipisahkan dalam memutus rantai penularan Covid-19 pada saat ini.

”Mari bersama kita dukung dan sukseskan vaksinasi ini, menjadi harapan dan doa kita bersama, semoga kita segera terbebas dari pandemi Covid-19 ini,” tutup Gubernur.

Sementara itu, capaian vaksinasi Covid-19 di Provinsi Kepulauan Riau dosis 1 per 19 September sudah mencapai 1.245.266 orang (78,76 persen) dari target. Sementara dosis 2 sudah 720.088 orang (52,43 persen).

Rinciannya, usia 18 tahu ke atas, dosis 1 sudah 1.083.241 orang (78,87 persen). Tersisa 290.131 orang. Sedangkan dosis 2 sudah 649.586 orang (47,30 persen), tersisa 723.786 orang dari target.

Adapun capaian vaksinasi Covid-19 Usia 12-17 tahun untuk dosis 1 mencapai 162.025 orang (78,02 persen). Tersisa 45.638 orang dari target. Sedangkan dosis 2 sudah 70.502 orang (33,95 persen). Tersisa 137.161 orang.

”Terima kasih sebesar-besarnya kepada Komando Operasi TNI AU I, Pangkalan TNI AU Raja Haji Fisabilillah yang menyelenggarakan kegiatan ini,” tutur Ansar.

Puskesmas Kembali Aktif Layani Vaksinasi

Terkait permintaan Gubernur Kepri agar semua puskesmas di Kepri mengaktifkan kembali vaksinasi, mulai ditindaklanjuti kabupaten/kota di Kepri. Di Kota Batam contohnya. Dinas Kesehatan Batam kembali aktif layani penyuntikan vaksinasi untuk warga yang belum mendapatkan layanan vaksinasi. Pelaksanaan rencananya digelar di tingkat kelurahan yang menjadi wilayah kerja masing-masing puskesmas.

Kepala Dinkes Kota Batam, dr Didi Kusmarjadi, SPoG, mengatakan, agar tidak mengganggu pelayanan di puskesmas, pelaksanaan akan digelar di perumahan warga atau di kelurahan yang warganya belum mendapatkan vaksinasi.

”Jadi nanti tim turun ke lapangan seperti sebelumnya. Kemarin ini kan banyak yang massal sehingga tenaga fokus di sana. Kami juga turun membantu, meskipun pelaksanaan oleh pihak ketiga atau swasta dan lainnya,” ujarnya, Minggu (19/9).

Ia juga meminta peran aktif lurah dalam mendata mulai dari tingkat RT. Nanti tim akan turun dan menggelar vaksinasi di RT yang belum tersentuh vaksinasi, atau warganya kesulitan mendapatkan layanan vaksinasi.

”Saya baru mau sampaikan sama Pak Am (Amsakar Achmad, Wakil Wali Kota Batam, red). Kalau bisa lurah aktif catat dan data warganya yang belum divaksin. Seperti lurah Tanjungriau yang beberapa hari lalu mengajukan permohonan, dan kami langsung jalan dan ada 500 orang yang divaksin Moderna,” beber Didi.

Peran aktif lurah ini menurutnya, bisa mempercepat capaian vaksinasi. Sebab mereka yang paling tahu kondisi warganya. Mulai minggu ini pelaksanaan akan kembali digelar oleh petugas puskesmas.

Didi menambahkan, vaksinasi di Batam mencapai 21 ribu per hari. Peran serta swasta juga sangat membantu pemerintah. Seperti Apindo Batam dan Kepri yang dalam dua hari terakhir menvaksin 20.917 orang.

”Sabtu kita vaksin 9.784 orang, lalu Minggu 11.133 orang. Jadi total 20.917 orang,” ujar Cahya, ketua Apindo Kepri, tadi malam.

Didi menambahkan, jika capaian di luar cukup tinggi, jika digelar di puskesmas, maka konsentrasi petugas akan terpecah, sebab mereka juga turun membantu vaksinasi yang digelar swasta.

”Sampai sekarang pihak swasta masih konsisten, termasuk Apindo Kepri. Selain itu, ada juga PolAirud, PSMTI, dan Yayasan Budha Tzu Chi, dan berbagai pihak lainnya. Jadi sebenarnya tidak ada masalah,” imbuhnya.

Didi menyebutkan, di Batam, untuk saat ini masih ada total 160 ribu orang dewasa yang belum divaksin, dan 24 ribu pelajar. Khusus untuk pelajar bisa 100 persen untuk dosis pertama, asalkan vaksin Sinovac tersedia.

”Saya rasa untuk pelajar akhir September ini selesai dosis pertamanya. Minimal dalam satu hari kami bisa dapat dua ribu lebih, maka capaian 100 persen dan menyusul dosis kedua. Sekarang secara keseluruhan capaian dosis pertama 78 persen dan kedua 48 persen,” terangnya.

Waspadai Gelombang Ketiga Covid

Sementara itu, Singapura kini tengah mengalami lonjakan kasus Covid-19. Negara yang sudah 80 persen lebih menyelenggarakan vaksinasi ini, mengalami kenaikan kasus pasca mencoba berdamai dengan Covid-19.

Didi mengatakan, di Batam, meski kemarin nol tambahan kasus (Baca Halaman Metropolis, red), namun ancaman gelombang ketiga bisa terjadi kapan saja. Hal ini tidak terlepas dari mengendornya penerapan protkes, dan aktivitas masyarakat yang lalai dan menjadi celah virus menyebar dengan cepat.

”Saat ini sudah cukup lapang aktivitas masyarakat. Namun perlu diingat jangan abai. Karena kita harus berkaca dari kasus Singapura. Mereka totally sudah 80 persen all doses. Namun sekarang kasus mereka melonjak kembali. Batam sebagai pintu masuk harus waspada, apalagi virus ini terus bermutasi,” jelasnya, Minggu (19/9).

Kejadian ini harusnya menjadi pelajaran bagi Batam. Meskipun pemerintah sudah memberikan kelonggaran, harusnya tidak ada kelalaian yang memicu kembali menyebarnya virus Covid-19. Saat ini bisa terlihat sudah banyak warga yang melanggar dan melonggarkan pelaksanaan protkes.

”Kasus memang sudah turun, namun ini merupakan kewaspadaan terhadap lonjakan kasus atau gelombang ketiga. Jangan sampai lonjakan terjadi karena kelalaian semua pihak. Jadi saya minta 5M tetap berjalan, diluar itu tim medis juga terus mengencangkan testing, tracing di lapangan,” bebernya.

Kampanye 5M (menggunakan masker dengan benar, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas perlu ditingkatkan kembali. Saat ini syarat perjalanan transportasi menyesuaikan dengan kondisi perkembangan. Masyarakat tetap harus waspada, dan meningkatkan pengawasan di pintu masuk.

”Begitu juga dengan pusat keramaian. Harusnya tetap mengawasi dan memantau aktivitas warga dan pengunjung. Mereka yang tak patuh Protkes ditegur saja. Kalau untuk tim pengawasan itu Satpol PP lah, Karena merek yang turun,” ungkapnya.

Edukasi 5M harus dijalankan kembali, sekarang pemerintah tengah mencoba untuk kembali ke belajar tatap muka. Pihaknya berharap tidak ada kelalaian dalam penerapan Protkes baik bagi sekolah, maupun siswa.

”Harusnya jalan 5M ini. Sebagai pintu masuk lalu lalang warga asing ada kekhawatiran terkait virus baru dari luar. Jadi saya minta betul hal ini diperhatikan, agar tidak ada klaster di sekolah,” tambah Didi. (*)

Reporter: JAILANI
YULITAVIA
Editor : MOHAMMAD TAHANG