Nasional

MUI Kota Batam Minta Penyerang Ustadz Saat Ceramah Diusut Tuntas

KH. Luqman Rifai. (istimewa)

batampos.id – Aksi penyerangan oleh orang tak dikenal terhadap ustadz Abu Syahid Chaniago saat menyampaikan taushiyah di Masjid Baitul Syakur Jodoh Kota Batam, Senin (20/9) langsung disikapi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Batam.

Ketua Umum Dewan Pimpinan MUI KH Luqman Rifai mengatakan penyerangan yang dilakukan terhadap ustadz saat memberikan ceramah agama merupakan tindakan yang bisa dibiarkan. “Kami minta kejadian ini harus diusut tuntas,” jelasnya.

Untuk itu, MUI Kota Batam dengan tegas menyatakan sikap atas tindak tersebut. Penyataan tersebut dituangkan dalam surat penyataan yang ditandatangani Ketua umum MUI Kota Batam KH Luqman Rifai dan Sekretaris Umum MUI Kota Batam H. SYukri Ilyas, S.Ag. MA.

Adapun penyataan sikap itu, berisi empat poin. Pertama, mengutuk keras terjadinya peristiwa penyerangan kepada ustadz Abu Syahid Chaniago saat menyampaikan taushiyah di Masjid Baitul Syakur Jodoh Senin 20 September 2021. Kedua, mendorong kepada aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas pelaku penyerangan tersebut dan menegakkan hukum seadil-adilnya.

Ketiga, menghimbau kepada semua Pengurus DKM Masjid/Musholla untuk meningkatkan kewaspadaan keamanan terutama saat kegiatan keagamaan sedang berlangsung agar peristiwa serupa tidak terjadi kembali di kemudian hari.

Dan keempat, mengharapkan kepada kaum muslimin dan seluruh masyarakat tetap tenang dan waspada serta mempercayakan penangan kasus ini kepada penegak hukum.

Seperti diketahui, Ustadz Abu Syahid Chaniago diserang oleh orang tak dikenal di Masjid Baitul Syakur Sei Jodoh Kecamatan Batuampar Kota Batam, Senin 20 September 2021 sekitar pukul 11.15 WIB.

Seorang pria yang tak dikenal itu melakukan penyerangan saat ustad tersebut tengah memberikan ceramah kepada jamaah majelis taklim. “Kami semua sedang fokus mendengar tausyiah, tiba-tiba orang tak dikenal itu datang langsung mau terjang ustad,” ucap salah seorang jamaah.

Disampaikannya, ustadz tersebut kaget dan langsung lari menghindar. Karena pakai baju panjang, kaki ustad itu nyangkut dan terjatuh.

“Kaki orang yang tidak dikenal udah bersarang di rahang ustadz sebelah kiri dan ustadz pun langsung kepit kepala orang tersebut. Semua kami jama’ah memukuli pelaku,” tuturnya. (*)

Editor: Jamil