Properti

Paduan Putih-Biru Beri Vibes Liburan

TONE KONSISTEN: Onyan dan suami menata hunian mereka dengan pemilihan warna senada di tiap ruangan. (HARITSAH ALMUDATSIR/JAWA POS)

batampos.id – Rumah milik Tonia Saraswati Kardi dan Philardy Sobari ini bukan di Santorini, Yunani. Melainkan di Bandung, Jawa Barat. Meski bernuansa mirip bangunan di destinasi liburan tersohor tersebut, rupanya, hal itu berawal dari ketidaksengajaan.

Nuansa putih yang diaplikasikan pada dinding hampir seluruh interior membuat rumah itu terlihat bersih dan luas, namun tidak monoton berkat pemilihan warna biru pada pintu dan jendela. Onya –sapaan Tonia Saraswati– mengatakan, awalnya mereka tidak dengan sengaja mendesain rumah yang disebut Bumi Philar itu agar seperti Santorini.

Baca juga:
Peperomia, si Daun Lebat yang Tak Ribet untuk Percantik Interior
Onya dan keluarga kecilnya yang 12 tahun tinggal di apartemen di Jakarta pindah ke Bandung. Rumah tersebut dibeli dalam keadaan sudah jadi, sehingga Onya memutuskan untuk merenovasinya. Awalnya, Onya hanya ingin membuat rumah tanpa sekat dengan dominasi warna abu-abu serta material kayu dan granit. Dia lantas tertarik mengaplikasikan warna biru muda pada dinding.

Namun, ketika dicoba di suatu ruangan, kesan yang ditimbulkan tidak sesuai harapan. ’’Jadinya seperti asrama angkatan darat, kurang pas sama gambaran awal. Akhirnya diganti putih. Tapi, supaya enggak monoton, tetap dipadukan dengan biru,’’ kata Onya kepada Jawa Pos, Rabu (15/9).

Sebelumnya, rumah tersebut disewakan menjadi kantor. Karena itu, tak heran jika banyak sekat di dalamnya. Onya lantas membongkar sekat-sekat itu agar ruangan terlihat lebih lapang. ’’Kalau lapang kan enak, bisa melihat aktivitas suami dan anak saya tanpa terhalang apa pun,’’ ucapnya.

Baca juga:
Desain Interior Berdampak Sosial dan Sehat jadi Tren Selama Pandemi
Dengan begitu, dia tak perlu merombak layout rumah. Hal itu juga memudahkan Onya dan suami. Terlebih, mereka tidak menggunakan jasa kontraktor dan desainer interior. Semua dikerjakan oleh dua tukang pilihan mereka dan dimandori Onya. Desain dan material juga dipilih sendiri oleh Onya dan suami.

Salah satu yang mencuri perhatian di Bumi Philar adalah pintu vintage yang menghubungkan ruang keluarga dengan taman belakang. Pintu itu merupakan custom khusus dengan ide desain dari Philardy. Onya bercerita, suaminya terinspirasi salah satu kafe di Bandung yang berkonsep vintage.

’’Lalu, suamiku pengin ada kayak gitu di salah satu sudut rumah. Jadi kami bikin, tapi dengan kaca full dari atas sampai bawah,’’ jelas Onya. Selain cantik, pintu itu menjadi jalan masuk cahaya matahari yang menerangi seluruh ruangan. Ditambah pintu geser yang menghadap taman belakang, udara yang masuk pun kian maksimal.

BUMI PHILAR

Luas tanah: 140 meter persegi
Luas bangunan: 110 meter persegi
Lokasi: Bandung

BACA JUGA: Mewujudkan Perpustakaan di Rumah, Buatlah Nyaman dan Bersih

TERRAZZO

Onya sangat suka terrazzo. Dia menerapkan motif terrazzo pada meja dapur, namun dengan material solid surface. Untuk kamar mandi, dia memilih granit dengan print motif terrazzo warna abu-abu.

TAMAN KERING

Merasa tidak punya minat berkebun, Onya menempatkan taman kering di belakang rumahnya. Bagian dasar taman dibuat dari puing bangunan yang dihancurkan, lalu dilapisi pasir, jaring kawat, dan ditutup kerikil. Taman itu sukses menyerap air hujan.

KAKTUS PEMANIS
Sebagai penyeimbang taman kering, Onya menempatkan kaktus centong di salah satu sudutnya. Alasannya cukup simpel, karena low-maintenance. Untuk indoor, Onya memilih monstera. (*)

Reporter: JP Group
Editor: Suprizal Tanjung