Ekonomi & Bisnis

Si Panah Merah Donasikan Sumur untuk Petani

ILUSTRASI: Bencana kekeringan di Jawa Tengah semakin parah. Pemerintah dan pihak swasta diminta lebih fokus menangani persoalan ini. (dok JawaPos.com)

batampos.id – Gerakan pemulihan ekonomi warga terdampak pandemi Covid-19 di sektor pertanian terus dilakukan pemerintah. Untuk mempercepat program tersebut, kalangan swasta pun ikut ambil bagian.

Salah satunya adalah, PT East West Seed Indonesia (Ewindo) produsen benih sayuran ‘Cap Panah Merah’ yang ikut mendonasikan sumur, kamar mandi umum, fasilitas cuci tangan serta masker kesehatan bagi petani di Desa Patia, Kabupaten Pandeglang, Banten. Bantuan ini diprioritaskan bagi sekitar 30 Kepala Keluarga petani dan penduduk sekitar yang benar-benar membutuhkan dukungan.

Deputy Seed Operation Director Ewindo, Joko Sareh Utomo, mengatakan program ini adalah bagian dari perwujudan tanggung jawab sosial perusahaan kepada masyarakat, khususnya para petani produsen benih hortikultura mitra Ewindo di Pandeglang.

“Pemberian bantuan ini sebagai salah satu bentuk tanggung jawab sosial perusahaan kepada petani mitra kita di Pandeglang, Banten. Tujuannya, agar petani mendapatkan akses air bersih dalam mengantisipasi kejadian kekeringan dan mengoptimalkan potensi wilayah mereka. Selain itu, kegiatan pendampingan dan pembinaan akan terus kami lakukan,” ujar Joko dalam keterangan tertulisnya pada JawaPos.com, Minggu (19/9).

Menurut Joko, perusahaannya saat ini telah bekerja sama dengan 17.000 petani produksi benih di Jawa Timur, Banten dan Lampung yang mana hasil panen petani diserap secara langsung oleh perusahaan. Selain itu, Ewindo juga membina sekitar 7 juta petani sayuran di seluruh Indonesia.

Sebelumnya, perusahaan membantu pembangunan jembatan di Banyuwangi yang membuat akses petani lahan pertanian semakin mudah. Termasuk juga telah bekerja sama dengan Universitas Jember untuk mengolah sisa hasil ekstraksi dari pertanian produksi, berupa sekitar 3,000 ton labu yang diolah menjadi berbagai produk.

“Kami optimistis dengan antisipasi perubahan iklim dan pola kemitraan yang tepat, sektor pertanian dapat menjadi penyangga di masa krisis akibat pandemi Covid-19 yang kita alami saat ini,” pungkas Joko.

Merespons hal itu, Ketua Kelompok Tani Karya Tani perwakilan petani Pandeglang, Sukra mengatakan, bantuan ini sangat besar manfaatnya untuk masyarakat. Selama ini masyarakat kesulitan mengakses air bersih ketika mulai memasuki musim kemarau.

“Bantuan itu datang tepat waktu karena area ini di luar musim hujan sangat kesulitan akses terhadap air bersih,” kata Sukra.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Wakil Ketua Kelompok Tani Karya Tani, Enjoh. Menurutnya selama ini petani banyak mendapatkan manfaat transfer teknologi dan pendampingan dalam memproduksi benih unggul .

“Kami tidak khawatir dengan harga karena sudah ada perusahaan yang akan membeli dengan harga yang pasti,” kata Enjoh.

BACA JUGA: Bantuan Sosial Beras PPKM Bulog Jalankan Tahap II

Enjoh berharap kerjasama ini dapat berjalan terus ke depannya dan akan semakin banyak petani yang mendapatkan manfaat dari kemitraan ini. “Kerjasama ini sangat menguntungkan petani karena kami tinggal fokus melakukan budidaya dan meningkatkan hasil panen,” tegas Enjoh.

Kegiatan ini merupakan kali yang kedua, dimana sebelumnya Ewindo juga mendonasikan sumur untuk akses air bersih, kamar mandi dan mushola bagi petani dan warga kurang mampu di Desa Sumur Laban, Pandeglang, Banten. Selain itu, di Kecamata Patia, Angsana dan Sobang Pandeglang Ewindo juga telah memperbaiki sejumlah 10 buah toilet di rumah-rumah petani agar lebih layak digunakan. (*)

Reporter: JP Group
Editor: Suprizal Tanjung