Internasional

Tarik Duta Besar, Prancis Hadapi Krisis Diplomatik dengan AS dan Australia

Presiden Prancis Emmanuel Macron menarik dubesnya dari AS dan Australia terkait dibatalkannya kesepakatan pembelian kapal selam (F Michel Spingler / AFP)

batampos.id – Prancis menghadapi krisis diplomatik dengan Amerika Serikat (AS) dan Australia. Hal ini ditandai dengan penarikan duta besarnya dari dua negara itu sejak Jumat (17/9/2021).

Lantas apa yang membuat krisis diplomatik itu terjadi? Terkait kesepakatan keamanan trilateral yang berujung pada pembatalan kontrak kapal selam rancangan Prancis senilai USD 40 miliar atau setara dengan Rp 570 triliun.

Ini menjadi keputusan langka yang dibuat oleh Presiden Emmanuel Macron, karena sebelumnya tiga negara sangat berhubungan baik.

Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Yves Le Drian menyebutkan, masalah pembatalan kontrak kapal selam ini sangat serius.

Sehari sebelumnya, Australia mengatakan akan membatalkan kesepakatan senilai USD 40 miliar dengan perusahaan kontraktor pertahanan Prancis, Naval Group, untuk membangun armada kapal selam konvensional.

Sebagai gantinya, Australia akan membangun setidaknya delapan kapal selam bertenaga nuklir dengan teknologi buatan AS dan Inggris setelah ketiga negara membuat kemitraan keamanan. Prancis menyebut kesepakatan trilateral itu sebagai tindakan curang, menusuk dari belakang.

Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan Amerika Serikat menyesali keputusan Prancis untuk menarik duta besarnya dan telah berbicara dengan Prancis mengenai penarikan itu.

Sementara, seorang juru bicara perdana menteri Australia menolak berkomentar tentang masalah ini. (*)

Reporter: Jpg
Editor: Chahaya Simanjuntak