Metropolis

Aparat Gagalkan Pengiriman Narkoba Seberat 107 Kilogram ke Kalimantan

batampos.id – Satuan Reserse Narkoba Polresta Barelang bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kepri berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkotika jenis sabu di Perairan Pulau Putri, Nongsa, Minggu (5/9) lalu.

F. Cecep Mulyana/Batam Pos
Wakapolda Kepri, Brigjen Darmawan (kedua dari kiri) bersama DJBC Kepri, Ditnarkoba Polda Kepri, BNNP Kepri, Kapolresta Barelang, Bea Cukai Batam dan intansi terkait menunjukkan barang bukti narkoba saat ekspos di Mapolresta Barelang, Senin (20/9).

Dalam penyelundupan ini, petugas mengamankan 107,258 kilogram sabu yang dikemas dalam bungkusan Teh Cina.

Wakapolda Kepri, Brigjen Darmawan, mengatakan, barang haram tersebut diselundupkan oleh lima tersangka, yakni RA, 26, asal Jakarta, AJA, 23, dari Jombang-Jawa Timur, EAH, 25, asal Pitung-Sulawesi Utara, ROS, 26, asal Batam, dan H, 33, asal Jawa Barat.

”Sabu ini dari Malaysia. Tugas para pelaku ini menjemput barang ke Malaysia dan melanjutkan masuk ke Indonesia,” ujar Darmawan saat ekspos kasus dan barang bukti di Mapolresta Barelang, Senin (20/9/2021).

Untuk mengelabui petugas, tersangka membawa sabu tersebut menggunakan kapal mewah jenis SB Edward Blackbeard GT 18 dengan Nomor 2255 LLa. Sabu itu dikemas ke dalam 104 bungkus, dan disimpan dalam 6 tas ransel warna hitam.

”Ini modus baru dan pertama kali kita mengungkap pengiriman sabu di kapal mewah,” kata Darmawan.

Wakapolda menjelaskan, penyelundupan sabu ini memiliki jaringan internasional. Dari pengakuan tersangka, mereka diupah oleh seorang pria berinisial ZB untuk menjemput barang haram tersebut ke Perairan Malaysia. Kemudian, selain dibawa ke Kalimantan, barang haram tersebut akan diedarkan di Batam dan kota lainnya.

”Kami masih mengejar satu orang tersangka yang berinisial ZB ini. Kami juga masih melakukan pengembangan terhadap kasus ini,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Reserse Narkoba Polda Kepri, Kombes Mudji Supriyadi, mengatakan, pengungkapan sabu tersebut dilakukan berdasarkan informasi masyarakat. Kemudian, pihaknya bersama DJBC Kepri melakukan pengintaian selama tiga bulan.

”Jika ditotalkan, sabu ini senilai Rp 128 miliar dengan asumsi harga pasaran Rp 1,5 juta per gram. Dengan penggagalan ini, kita berhasil menyelamatkan hingga 400 ribu jiwa (agar tak terpapar narkoba, red),” tutupnya.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat pasal 114 ayat 2 juncto 112 ayat 2 juncto 115 ayat 2 Undang-Undang (UU) Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman 20 tahun penjara, seumur hidup atau hukuman mati. (*)

 

 

Reporter : YOFI YUHENDRI
Editor : RATNA IRTATIK