Nasional

Penyerang Ustaz di Jodoh, Batam Dibekuk

MUI Batam Minta Umat Islam Tenang dan Waspada

Pria berinisial A menyerang Ustaz Abu Syaid Chaniago di tengah-tengah pengajian berlangsung di Masjid Baitussyakur, Jodoh, Batam, Senin (20/9) siang. (Dokumentasi Jemaah Pengajian untuk Batam Pos)

batampos.id – Suasana pengajian ibu-ibu dengan menghadirkan Ustaz Abu Syaid Chaniago sebagai penceramah di Masjid Baitussyakur, Jodoh, Batam, Senin (20/9) siang, mendadak heboh. Seorang pria tiba-tiba masuk dan menyerang Ustaz Abu yang sedang berceramah.

Ustaz Abu yang sempat melihat kedatangan pria itu berusaha menghindar, namun kakinya tersangkut hingga terjatuh, sehingga serangan kaki pelaku sempat mendarat di rahang kiri sang Ustaz.

Namun Ustaz Abu tak tinggal diam, dia berusaha membekuk pelaku dengan menjepit kepala pelaku dengan lengan, namun lepas. Jemaah yang mayoritas ibu-ibu juga berusaha membantu, disusul jemaah lain yang masih berada di masjid di depan restoran cepat saji McDenolad’s tersebut.

Tak butuh waktu lama, pelaku berhasil dibekuk jemaah dan petugas keamanan masjid. Meski beberapa ibu-ibu sempat melayangkan pukulan karena kesal, namun berhasil dicegah jemaah lain, sehingga pelaku tidak menjadi bulan-bulanan jemaah.

Jemaah kemudian menyerahkan pelaku ke Polsek Batuampar untuk pemeriksaan lebih lanjut. ”Benar, pelaku sudah diamankan di Mapolsek,” ujar Kapolsek Batuampar, AKP Salahuddin, kemarin.

Salahuddin menjelaskan, aksi penyerangan itu dilakukan pelaku dengan masuk dari pintu masjid dari arah McDenolad’s, Nagoya. Kemudian, pelaku mendatangi Ustaz Abu yang tengah berdiri dan memberi ceramah di depan jemaah perempuan. Pelaku sempat menerjang dan memukul Ustaz Abu. ”Dari keterangan saksi, ustaz memang terkena pukulan di pipi kiri,” katanya.

Salahuddin menambahkan, pihaknya belum mengetahui motif penyerangan yang dilakukan pelaku. Sebab, pelaku hingga kini belum bisa dimintai keterangan. ”Pelaku ngomongnya ngelantur. Kami masih menunggu agar pelaku bisa dimintai keterangan,” ucapnya.

Ia juga mengatakan, pihaknya akan memeriksa kejiwaan pelaku. Apakah pelaku normal atau orang dengan gangguan kejiwaan alias gila. Jika normal, maka kasusnya bisa dilanjutkan untuk proses hukum, sementara jika ternyata tidak waras atau gila, maka akan diserahkan ke Dinas Sosial untuk ditangani.

Aksi penyerangan terhadap penceramah dan tokoh agama ini disesalkan banyak pihak. Termasuk Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Batam. Ketua MUI Batam, Luqman Rifa’i, mengatakan, pihaknya mengutuk keras penyerangan terhadap Ustaz Abu yang tengah memberikan tausiah.

”Kami mendorong aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas pelaku penyerangan dan menegakkan hukum seadil-adilnya,” tegas Luqman, dalam pernyataan resminya.

Pihaknya juga mengimbau kepada semua pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) maupun musala untuk meningkatkan kewaspadaan dan keamanan, terutama saat kegiatan keagamaan sedang berlangsung, agar kejadian serupa tidak terulang lagi.

”Kami juga mengharapkan kepada kaum muslimin dan seluruh masyarakat tetap tenang dan waspada. Percayakan penanganan kasus ini kepada penegak hukum,” tutupnya.

Sebelum peristiwa penyerangan Ustaz Abu di Batam, dua hari lalu, tepatnya Sabtu (18/9) malam, juga terjadi penyerangan pada seorang ustaz bernama Ustaz Alex di Tangerang Kota.

Ustaz Alex diserang menggunakan senjata api dan tertembak setelah salat magrib berjemaah di Masjid Jami’l Nurul Yaqin bersama anaknya yang berusia 5 tahun. Sang anak lari saat insiden terjadi, sehingga selamat. Namun sang ustaz tewas akibat luka tembakan.

”Ustaz ditembak dari radius sekitar 40 meter,” ujar Ahmad, tokoh masyarakat setempat. (*)

Reporter: YOFI YUHENDRI
Editor : MOHAMMAD TAHANG