Nasional

Perkuliahan Dimulai, UIII Gabungkan Pembelajaran Ala Barat-Timteng

Rektor UIII Komaruddin Hidayat (kiri) bersama Warek UIII Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan SDM Bahrul Hayat (tengah) di kompleks kampus UIII Depok, Jawa Barat (20/9). (Hilmi Setiawan/Jawa Pos)

batampos.id – Perkuliahan di Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII), Depok, Jawa Barat resmi dimulai pada Senin (20/9) sore. Perkuliahanya ditandai dengan pelaksanaan Academic Convocation yang dihadiri mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Wakil Rektor UIII Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan SDM Bahrul Hayat mengatakan bahwa kuliah perdana sengaja digelar sore hari. Karena, menyesuaikan dengan waktu mahasiswa yang berasal dari penjuru dunia. “Semester pertama ini masih full online. Karena masih dalam pandemi Covid-19,” kata Bahrul Hayat di kompleks kampus UIII.

Mantan Sekjen Kementerian Agama (Kemenag) itu mengatakan, untuk tahun pertama ini UIII menerima 98 orang mahasiswa baru. Mereka disaring dari 1.009 orang pelamar. 55 persen pelamar dari luar negeri. Setelah dilakukan seleksi 34 persen mahasiswa atau sekitar 30 orang yang dinyatakan lulus berasal dari luar negeri. Di antaranya dari Maroko, Togo, Filipina, dan Afghanistan.

Bahrul mengatakan ada sejumlah keunikan pembelajaran di UIII dibandingkan dengan kampus-kampus agama seperti UIN, IAIN, atau STAIN. Di antaranya adalah pembelajaran di UIII nanti mengintegrasikan metodologi ala Barat dan Timur Tengah (Timteng). Dia mengatakan metodologi pembelajaran keagamaan ala Barat cenderung menekankan kontekstualitas.

Sebaliknya metodologi pembelajaran keagamaan alat Timteng lebih ke teks dan hafalan. Untuk itu Bahrul mengatakan dosen-dosen yang mengajar di UIII nantinya juga campuran. Ada dosen dari Indonesia dengan pengalaman kuliah di Barat dan Timteng. Kemudian juga ada dosen-dosen tamu dari luar negeri dengan berbagai disiplin keilmuan.

Selain itu, kata Bahrul, ada mata kuliah wajib di kampus UIII yang harus diambil seluruh mahasiswa. Yaitu, mata kuliah Moderate Islam.
Bahrul mengatakan meskipun bernuansa Islam, kampus UIII terbuka untuk mahasiswa semua agama. Pada angkatan pertama ini terdapat dua orang nonmuslim yang menjadi mahasiswa UIII. Mahasiswa ini tetap harus mengikuti mata kuliah wajib Moderate Islam tersebut.

Untuk UIII, kelas tatap muka baru dibuka pada semester kedua atau kisaran Februari-Maret 2022 nanti. Kuliah di UIII sepenuhnya gratis dengan skema beasiswa yang disiapkan dari pemerintah. Setiap mahasiswa nanti tinggal di asrama di dalam kompleks kampus UIII. “Asramanya bagus. Satu kamar dihuni satu orang mahasiswa,” jelasnya.

Dalam pidatonya, Rektor UIII Komaruddin Hidayat mengatakan, pendidikan dapat mencetak manusia menjadi ilmuwan, pengusaha, industriawan, filsuf, agamawan, politisi, atau ahli hukum. “Namun pendidikan yang sejati ialah memelihara potensi manusia agar tetap menjadi manusia,’’ katanya.

Dia mengatakan UIII tidak didirikan hanya untuk memenuhi kebutuhan pasar modern. UIII tidak hanya dibangun untuk menyiapkan masa depan yang cerah bagi mahasiswanya. Melainkan juga untuk mendampingi mahasiswa menemukan jati dirinya sebagai manusia. (*)

Sumber: JP Group
Editor: Jamil Qasim