Karimun

Satpolairud Karimun Gagalkan Penyelundupan TKI ke Malaysia

: Kasat Polairud Polres Karimun, Iptu Binsar Samosir sedang menemui 5 orang wanita korban PMI yang berhasil diselamatkan. f.satpolairud

batampos.id- Jajaran Sat Polairud Polres Karimun berhasil menggagalkan penyelundupan pekerja migran Indonesia (PMI) atau biasa disebut TKI. Penindakan yang dilakukan di Perairan Pangke, Kecamatan Meral Barat, Minggu (19/9) pukul 19.45 WIB.

BACA JUGA: 1 Warga Bintan Ditetapkan Tersangka Penyelundupan Calon TKI Ilegal ke Malaysia

”Awalnya kita dapat informasi bahwa ada penyelundupan PMI/TKI dari Pantai Pangke, Kecamatan Meral Barat. Sehingga, kita menurunkan Tim Scouts dengan menggunakan kapal patroli kita untuk melakukan penyelidikan. Hasilnya, ketika kapal patroli kita berada di depan perairan salah satu perusahaan konstruksi yang ada di sana menemukan ada speedboat yang sedang membawa penumpang,” ujar Kasat Polairud Polres Karimun, Iptu Binsar, Selasa (21/9).

Speedboat tanpa nama tersebut, katanya, berhasil dihentikan tanpa ada perlawanan. Kemudian, tekong bersama 5 orang wanita PMI/TKI yang ada di atas speedboat dibawa ke Markas Polairud Polres Karimun untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Khususnya, untuk mengetahui kronologis pengiriman PMI secara ilegal.

”5 orang PMI yang ada di atas speedboat merupakan korban. Karena, awalnya mereka bukan dijanjikan bekerja di negara Malaysia. Melainkan, bekerja di Batam. Dari 5 orang korban yang berhasil diselamatkan tersebut, dua orang berasal dari Provinsi Jawa Timur dan sisanya dari Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Hasil pemeriksaan sementara, tekong membawa kelima korban menuju ke Malaysia atas perintah dari seorang pria berinisial SAB dan diberikan uang sebesar Rp1,5.

”Kelima PMI/TKI ini merupakan korban. Kita sudah lakukan interogasi bahwa tidak ada membayar uang untuk berangkat ke Malaysia. Karena, awalnya dijanjikan kerja si Batam. Ternyata tidak. Dan, kalau pun berhasil bekerja di Malaysia baru akan dipotong gajinya. Tapi, tentu saja tentang pekerjaan di Malaysia belum tentu dapat. Kita khawatir warga negara kita terlantar dan menjadi korban kejahatan sesampainya di Malaysia,” paparnya.

Karena, tambah Binsar, masuk secara ilegal ke negara lain. Pihaknya juga tidak menemukan adanya paspor dan dokumen resmi lainnya untuk bekerja di luar negeri. Dalam kasus ini, pihaknya sudah menetapkan MI selaku tekong speedboat sebagai tersangka. Kemudian, SAB yang melakukan perekrutan PMI dan ZL selaku anak buah speedboat sebagai DPO. Selain itu, pihaknya juga menyita barang bukti berupa satu unit speedboat beserta satu unit mesin tempel 40PK. (*)

Reporter: Sandi
editor; tunggul