Covid-19

Pedoman Belajar Tatap Muka, Utamakan Kebersihan dan Penerapan Protkes di Sekolah

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, mendekat dan bercengkerama dengan murid SD, belum lama ini. Wali Kota mengeluarkan pedoman pembelajaran tatap muka di sekolah saat pandemi Covid-19. (Humas Pemko untuk Batam Pos)

batampos.id – Pemerintah Kota (Pemko) Batam resmi mengizinkan digelarnya pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah. Hal itu ditandai dengan terbitnya Surat Edaran (SE) Wali Kota Batam Nomor 52/419.1/DISDIK/IX/2021 tentang Penyelenggaraan Pembelajaran Tatap Muka Tahun Ajaran 2021/2022 di masa Pandemi Covid-19.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, meminta Kepala Satuan Pendidikan PAUD, SD/MI, SMP/MTs, SKB Negeri/Swasta dan PKBM/LKP untuk memperhatikan beberapa syarat yang mesti dipenuhi saat menggelar PTM.

“Di antaranya, ketersediaan sarana sanitasi dan kebersihan seperti toilet bersih dan layak, sarana cuci tangan pakai sabun di air mengalir atau penyediaan hand sanitizer dan disinfektan,” kata Rudi, Rabu (22/9/2021).

Adapun detailnya, kepada satuan pendidikan yang telah mendapatkan rekomendasi PTM dari Dinas Pendidikan Kota Batam, diperbolehkan untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka secara terbatas terhitung mulai Selasa, 21 September 2021.

Dalam pelaksanaannya, berpedoman pada Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri, Nomor 03/KB/2021, Nomor 384 Tahun 2021, Nomor HK.01.08 MENKES/4242/2021, dan Nomor 440-717 Tahun 2021 tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19 dan wajib memenuhi 6 (enam) daftar periksa sebelum memastikan pembelajaran tatap muka diaksanakan.

Lalu, mampu mengakses fasilitas pelayanan kesehatan, kesiapan menerapkan wajib masker, memiliki alat pengukur suhu badan atau thermo gun. Kemudian, memiliki pemetaan warga satuan pendidikan, di antaranya yang memiliki komorbid, tidak memiliki akses transportasi yang aman dan sebagainya.

“Serta mendapat persetujuan komite sekolah dan perwakilan orangtua (menggelar PTM, red),” ujar dia.

Kemudian, satuan pendidikan yang belum mengajukan permohonan pembelajaran tatap muka agar segera mengajukan
permohonan ke Dinas Pendidikan Kota Batam dan akan diverifikasi terlebih dahulu oleh tim verifikasi Dinas Pendidikan Kota Batam.

“Satuan pendidikan yang belum mendapatkan izin pembelajaran tatap muka, tetap melanjutkan pembelajaran jarak jauh atau kegiatan belajar dari rumah secara daring melalui platfom e-Learning,” ujar dia.

Setelah itu, keputusan untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka selain wajib mendapat persetujuan dari Kepala Daerah/Kanwil/Kantor Kemenag, juga harus mendapatkan persetujuan keputusan bersama kepala sekolah dan komite sekolah dan juga persetujuan orangtua siswa yang bersangkutan dengan menandatangani surat pernyataan bersedia melaksanakan pembelajaran tatap muka.

Dalam pelaksanaan pembelajaran tatap muka, kapasitas maksimal dalam satu rombongan belajar untuk pendidikan pra sekolah PAUD/TK RA sebanyak 5 siswa per rombel dan SD/MI serta SMP/MTs 18 siswa per rombel.

“Satuan pendidikan harus melakukan penjadwalan kegiatan pembelajaran, untuk menghindari kerumunan dalam pelaksanaan protokol kesehatan 5M (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas),” katanya.

Selanjutnya, jika terdapat warga satuan pendidikan yang terpapar Covid-19, maka sekolah langsung ditutup kembali sementara waktu dan dilanjutkan dengan pembelajaran jarak jauh secara daring/luring.

Evaluasi dan pemantauan dalam pelaksanaan pembelajaran tatap muka bagi satuan pedidikan yang sudah memperoleh izin, dilaksanakan setiap saat dan dapat dievaluasi dan dikembalikan kepada sistem pembelajaran daring/luring sewaktu-waktu.

“Ketentuan itu mengikuti perkembangan peraturan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Pusat/Daerah terkait dengan perkembangan situasi pandemi Covid-19,” tutupnya. (*)

Editor : Jamil
Reporter : Ratna Irtatik