headline

Tempat Hiburan Boleh Buka

Belajar Tatap Muka Dibolehkan dengan Jumlah Terbatas

Suasana di pusat perbelanjaan Grand Batam Mall, Rabu (11/8) lalu. Meski status PPKM level 3 Batam masih berlanjut hingga 4 Oktober, namun Pemko Batam sudah membolehkan tempat hiburan kembali beroperasi, termasuk bioskop di pusat perbelanjaan/mal dengan protkes ketat. (Cecep Mulyana/Batam Pos)

batampos.id – Upaya Pemerintah Kota (Pemko) Batam untuk bisa turun ke level yang lebih rendah belum membuahkan hasil, meski sukses menekan angka kasus Covid-19. Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 Batam masih berlanjut hingga 4 Oktober. Namun Pemko Batam sudah membolehkan tempat hiburan kembali beroperasi.

”Iya, PPKM Batam tetap level 3, dan masih berstatus zona kuning. Namun, beberapa pelonggaran sudah diberlakukan meski dengan penerapan ketentuan yang cukup ketat,” ujar Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, Selasa (21/9). Salah satunya tempat hiburan yang diperbolehkan beroperasi adalah bioskop. Pembukaan arena hiburan ini diharapkan bisa menggerakkan perekonomian di sektor dunia usaha.

Bioskop yang berada pada lokasi tersendiri maupun yang berlokasi pada pusat perbelanjaan (mal) dapat beroperasi dengan ketentuan, pengunjung wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi sebagai bagian dari protokol kesehatan (protkes). Bahkan bukan hanya pengunjung, tapi juga semua pegawai.

”Kapasitas maksimalnya hanya 50 persen dan hanya pengunjung dengan kategori hijau dalam PeduliLindungi yang boleh masuk,” kata Rudi.

Khusus pengunjung usia kurang dari 12 tahun, kata Wali Kota, masih dilarang masuk. Juga dilarang makan dan minum atau menjual makan dan minuman dalam arena bioskop. ”Jadi kami minta pengelola memberlakukan hal ini, sehingga aman untuk pengunjung. Saya rasa warga sudah butuh hiburan, jadi saya bolehkan bioskop buka kembali,” jelasnya.

Selain membolehkan sektor hiburan beroperasi, Rudi juga membolehkan pelaksanaan pembelajaran tatap muka terbatas. Namun tetap juga membolehkan pembelajaran jarak jauh (school from home/belajar dari rumah). Pembelajaran tatap muka terbatas dilaksanakan dengan kapasitas maksimal 50 persen.

Namun, satuan pendidikan yang masuk kategori luar biasa diatur kapasitas maksimal 62 persen sampai 100 persen dengan jarak minimal 1,5 meter dan maksimal 5 peserta didik. Sedangkan PAUD (pendidikan anak usia dini) dengan kapasitas maksimal 33 persen.

Kemudian, pelaksanaan kegiatan di tempat kerja atau perkantoran diberlakukan 75 persen work from home (WFH) dan 25 persen work from office (WFO) dengan penerapan protokol kesehatan lebih ketat.

Pelaksanaan kegiatan pada sektor esensial seperti kesehatan, perbankan, makanan dan minuman, termasuk pusat pembelanjaan/mal tetap dapat beroperasi 100 persen. Namun, dengan pengaturan jam operasional, kapasitas, dan penerapan protkes secara lebih ketat. ”Sektor industri juga dapat beroperasi 100 persen dengan penerapan protkes ketat,” terangnya.

Kemudian untuk pasar tradisional, mulai dari pedagang kaki lima, toko kelontong, agen/outlet voucher, barber shop/pangkas rambut, laundry, pedagang asongan, pasar loak, pasar burung/unggas, pasar basah, pasar batik, bengkel kecil, cucian kendaraan, dan lain-lain yang sejenis, juga diizinkan buka dengan protkes ketat.

Kemudian di rumah makan dan kafe dengan skala kecil yang berada pada lokasi sendiri dapat melayani makan di tempat (dine in). Namun dibatasi jam operasionalnya sampai pukul 21.00 WIB dengan kapasitas pengunjung 25 persen, 2 orang per meja, dan menerima makanan dibawa pulang dengan protkes ketat.

Kegiatan pada pusat perbelanjaan (mal) diizinkan beroperasi dengan kapasitas 50 persen dari pukul 10.00 hingga 21.00 WIB dengan menerapkan aplikasi PeduliLindungi setiap masuk mal.

Terkait tempat ibadah seperti masjid, musala, gereja, pura, vihara, dan klenteng, serta tempat ibadah lainnya, tetap dapat mengadakan kegiatan peribadatan/keagamaan berjemaah dengan pengaturan kapasitas maksimal 50 persen.

Sedangkan ketentuan berkunjung atau masuk ke Batam, dengan status Batam masih level tiga, maka mau tidak mau tetap harus menggunakan surat hasil negatif Covid-19 berdasarkan hasil uji PCR di klinik atau faskes yang direkomendasikan pemerintah.

”Kita maunya hanya pakai antigen, namun karena status masih level tiga, maka mau tak mau masuk Batam harus tetap pakai PCR untuk jalur udara,” tegas Rudi. (*)

Reporter : YULITAVIA
Editor : MOHAMMAD TAHANG