Nasional

Irjen Napoleon Dijebloskan ke Sel Isolasi Usai Aniaya Kece

Irjen Pol Napoleon Bonaparte (FEDRIK TARIGAN/ JAWA POS)

batampos.id – Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri telah selesai memeriksa Irjen Pol Napoleon Bonaparte terkait kasus penganiayaan terhadap tersangka kasus dugaan penistaan agama Muhammad Kosman alias Muhammad Kece. Setelah pemeriksaan, penyidik memutuskan menjebloskan Napoleon ke sel isolasi.

“Sudah rampung (pemeriksaan Napoleon),” kata Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Pol Andi Rian saat dikonfirmasi, Kamis (23/9).

Andi menjelaskan, keputusan menjebloskan Napoleon ke sel isolasi untuk mempermudah proses pemeriksaan. “Untuk kepentingan saksi-saksi dan penyidikan sejak tadi malam Bareskrim mengisolasi NB,” jelas Andi.

Lebih lanjut, Andi menyampaikan, selama di sel isolasi, Napoleon hanya dibolehkan keluar sel untuk proses penyidikan. “Tidak boleh keluar kecuali untuk kepentingan penyidikan,” pungkas Andi.

Sebelumnya, tersangka kasus dugaan penistaan agama, Muhammad Kosman alias Muhammad Kece diduga dianiaya oleh sesama tahanan di Rumah Tahanan (Rutan) Bareskrim Polri. Atas peristiwa tersebut, Kece telah membuat laporan polisi.

“Bareskrim Lolri telah menerima satu LP yaitu LP nomor 0510/VIII/2021/Bareskrim atas nama pelapor Muhammad Kosman,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (17/9).

Tak lama dari itu, Irjen Napoleon menyampaikan surat terbuka yang disampaikan melalui kuasa hukumnya, Haposan Batubara. Dalam surat tersebut, Napoleon mengaku dilahirkan dalam keadaan agama Islam.

“Alhamdulillah YRA, bahwa saya dilahirkan sebagai seorang muslim dan dibesarkan dalam ketaatan agama Islam yang rahmatan lil alamin,” kata Napoleon dalam surat terbuka tersebut, Minggu (19/9).

Dia menegaskan, siapapun bisa menghina dirinya. Menurutnya, tidak seharusnya Muhammad Kece menghina Alquran dan Islam.

“Siapapun bisa menghina saya, tapi tidak terhadap Allahku, Alquran, Rasulullah SAW dan akidah Islamku, karenanya saya bersumpah akan melakukan tindakan terukur apapun kepada siapa saja yang berani melakukannya,” tegas Napoleon.

Dia menyebut, perbuatan Muhammad Kece telah sangat membahayakan persatuan, kesatuan, dan kerukunan umat beragama di Indonesia. Dia pun menyayangkan, seharusnya konten-konten Muhammad Kece dihapus dari sosial media. (*)

Sumber : JP Group
Editor : Jamil Qasim