Nasional

Kuasa Hukum Haris Azhar Kritisi Langkah Luhut Laporkan Kliennya

Direktur Eksekutif Lokataru Haris Azhar dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan terkait dugaan fitnah dan berita bohong. (Muhammad Ridwan/JawaPos.com)

batampos.id – Direktur Eksekutif Lokataru Haris Azhar dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan terkait dugaan fitnah dan berita bohong. Menanggapi hal tersebut, kuasa hukum Haris Azhar mengaku menyayangkan pelaporan tersebut. Karena tidak semestinya setiap kasus diselesaikan ke jalur hukum.

“Kami menyayangkannya. Setelah semua upaya dan itikad baik dan undangan pertemuan untuk mengklarifikasi perbedaan pandangan,” ujar Nurkholis saat dihubungi, Rabu (22/9).

Nurkholis mengatakan, pelaporan kliennya tersebut membuktikan bahwa adanya pembungkaman kritik. Sehingga pelaporan ke Polda Metro Jaya bukanlah langkah yang perlu diambil.

“Penggunaan kepolisian sebagai institusi negara yang dibiayai dan mengabdi pada kepentingan publik untuk kepentingan pribadi, dan tujuan pembungkaman bukan langkah yang bermartabat dan tidak pantas untuk ditiru,” katanya.

Nurkholis berharap pihak kepolisian tidak meneruskan pelaporan Luhut Binsar Pandjaitan tersebut. Jangan sampai masyarakat takut bersuara kritis dalam mengawasi pemerintah.

“Kita berharap Kepolisian RI untuk menghormati konstitusi dan berani menghentikan setiap upaya pemidanaan dengan motif yang bertujuan membungkam suara kritis warga negara,” ungkapnya.

Sebelumnya, Luhut Binsar Pandjaitan melaporkan Direktur Lokataru Haris Azhar dan Koordinator KontraS Fatia Maulida ke Polda Metro Jaya. Laporan ini terkait dengan dugaan penyebaran berita bohong.

Laporan tersebut tertuang dalam nomor STTLP/B/4702/IX/2021/SPKT/POLDA METRO JAYA, 22 September 2021. Laporan ini terkait adanya unggahan video berjudul ‘Ada Lord Luhut di Balik Relasi Ekonomi-Ops Militer Intan Jaya’ yang diunggah di akun YouTube Haris Azhar. Di sana Haris melakukan wawancara bersama Fatia.

Hal yang dibahas yakni hasil riset sejumlah organisasi termasuk KontraS tentang bisnis para pejabat atau purnawirawan TNI di balik bisnis tambang emas atau rencana eksploitasi daerah blok Wabu di Intan Jaya, Papua. Luhut pun turut disebut dalam bahasan ini.

Atas dasar itu, Luhut memutuskan membuat laporan polisi. Pasalnya somasi yang dikirimkannya tidak ditanggapi oleh Haris Azhar dan Fatia. Mereka dikatakan Luhut tidak kunjung meminta maaf. (*)

Sumber: JP Group
Editor: Jamil Qasim