Internasional

Pasangan Pendiri BioNTech Terima Penghargaan Medis Paling Bergengsi dari Jerman

Pendiri BioNTech, Ügur Sahin dan Ozlem Tureci. ( F Abdul Hamid via DW)

batampos.id – Masih ingat Ugur Sahin, Ozlem Tureci, dan Katalin Kariko, tiga pendiri BioNTech yang mengembangkan vaksin Covid-19? Mereka kembali mengembangkan terapi RNA dan menerima penghargaan medis paling bergengsi dari Jerman.

BACA JUGA:
Sumbangan dari AS, Malaysia Terima 1 Juta Dosis Vaksin Pfizer-BioNTech

Ketiganya dianugerahi Penghargaan Medis Paul Ehrlich dan Ludwig Darmstaedter 2022. “Penghargaan itu diberikan untuk visi dan ketekunan ketiganya dalam pengembangan RNA sebagai prinsip terapi,” ujar Ketua Yayasan Paul Ehrlich, Thomas Boehm seperti dilansir dari Deutsche Welle, Rabu (22/9/2021) sore waktu setempat.

Boehm menyebutkan, awalnya terapi RNA itu dikembangkan untuk pengobatan kanker. Namun, kerjasama ketiganya mampu menciptakan vaksin Covid-19 yang bermanfaat bagi kemanusiaan. “Itu menjadi faktor kesuksesan mereka,” ujarnya.

Sementara itu, Sahin, salah satu ilmuwan yang mendapat penghargaan itu menyebutkan penelitian itu mereka lakukan untuk menciptakan obat anti kanker dengan harga terjangkau.

“Bayangkan jika Anda dapat mengindividualisasikan terapi untuk setiap pasien kanker, berdasarkan karakteristik genetik dari tumor masing-masing. Bayangkan jika terapi kanker individual ini dapat direproduksi, diproduksi tepat waktu dengan biaya rendah. Kami ingin mengubah paradigma perawatan bagi pasien kanker di seluruh dunia,” jelas Sahin di situs BioNTech.

Sahin dan istrinya Türeci, mendirikan BioNTech, yang berkantor pusat di kota Mainz, Jerman,2008 lalu. BioNTech telah lama berfokus pada pengembangan teknologi RNA. Ketika BioNTech didirikan, sebagian besar ilmuwan yang bekerja di sana adalah spesialisasi peneliti DNA. (*)

Reporter: Chahaya Simanjuntak
Editor: Tunggul Manurung