Bintan-Pinang

Proyeksi Pendapatan Pemkab Bintan 2021 Capai Rp 1,077 triliun 

Plt Bupati Bintan, Roby Kurniawan saat penandatanganan KUA PPAS APBD tahun 2021 di ruang sidang DPRD Bintan, Kamis (23/9). F.Diskominfo Bintan

batampos.id– Plt Bupati Bintan, Roby Kurniawan dan Ketua DPRD Bintan, Agus Wibowo menandatangani Nota Kesepakatan Perubahan Kebijakan Umum APBD dan Prioritas dan Perubahan Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS) Bintan Tahun Anggaran 2021 di ruang sidang DPRD Bintan, Kamis (23/9).

BACA JUGA: DPRD Gesa Pembahasan APBD Perubahan 2021

Penandatanganan turut disaksikan oleh Wakil Ketua I DPRD Bintan, Fiven Sumanti , Wakil Ketua II DPRD Bintan, Agus Hartanto serta Sekda Kabupaten Bintan, Adi Prihantara.

Plt Bupati Bintan, Roby Kurniawan mengapresiasi pihak-pihak yang turut serta dalam pembahasan rancangan perubahan KUA PPAS APBD tahun anggaran 2021, sehingga disepakati dan dituangkan dalam bentuk nota kesepakatan yang ditandatangani bersama.

Roby mengucapkan terima kasih kepada segenap pimpinan dan anggota DPRD Bintan terkhususnya lagi untuk Tim Badan Anggaran yang telah memberikan masukan, saran, kritik serta ide-ide yang membangun terhadap berbagai program dan kegiatan pemerintah daerah.

Sehingga kesepakatan yang telah dilaksanakan ini merupakan langkah awal dan momen yang sangat penting dalam tahapan penganggaran, sebagai acuan penyusunan Rencana Kerja Perubahan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (RKPA- SKPD) dan Dokumen Perubahan Pelaksanaan Anggaran SKPD (Dppa-skpd) Tahun Anggaran 2021.

Roby juga melanjutkan, perubahan pendapatan daerah diproyeksikan sebesar Rp 1,077 triliun lebih, yang terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 199,88 miliar sedangkan dari dana perimbangan atau dana transfer daerah sebesar Rp 848.50 miliar lebih serta lain lain pendapatan asli daerah sebesar Rp 29,257 miliar lebih.

Lalu dari sisi anggaran belanja daerah, perubahan APBD Kabupaten Bintan tahun anggaran 2021, secara keseluruhan plafon anggaran belanja menjadi sebesar Rp 1,225 triliun lebih sehingga dilihat dari komposisi pendapatan dan belanja terdapat defisit anggaran sebesar Rp 147,48 miliar lebih.

Sehingga dari sisi pembiayaan, terdapat penerimaan pembiayaan sebesar Rp 149,08 miliar lebih, yang bersumber dari sisa lebih perhitungan tahun anggaran 2020. Sedangkan pengeluaran pembiayaan sebesar Rp 1,6 miliar yang merupakan penyertaan modal.

Dan dari komposisi ini pembiayaan netto sebesar Rp 147.48 miliar lebih. sehingga secara struktur sisa lebih perhitungan anggaran tahun berkenaan sebesar nol rupiah. (*)

Reporter: SLAMET NOFASUSANTO
editor: tunggul