Metropolis

Razilu: Rutan Batam Siap Bersaing Menuju WBK dan WBBM

Inspektur Jenderal (Irjend) Kementerian Hukum dan HAM RI, Razilu lakukan kunjungan kerja ke Rumah Tahanan Negara kelas II A Batam.

batampos.id– Inspektur Jenderal (Irjend) Kementerian Hukum dan HAM RI, Razilu mengunjungi Rumah Tahanan Negara kelas II A Batam. Kunjungan ini dalam rangka melihat langsung persiapan rutan Batam untuk mewujudkan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) yang dideklarasikan sejak awal tahun lalu.

BACA JUGA: Rutan Batam Hadirkan Mobil Perpustakaan Keliling

Usai melakukan kunjungan Razali memberikan tanggapan yang baik. Dia bahkan sebut Rutan kelas II A Batam siap bersaing dengan UPT atau lembaga dari Kementerian lainnya.
“Penilaian interen (Kemenkumham tentang persiapan menuju zona WBP dan WBBM) ini sudah layak. Siap bersaing di tingkat selanjutnya (lintas Kementerian),” ujarnya kepada wartawan di Rutan Batam.

Dia berpesan kepada Karutan Batam dan jajarannya untuk tetap menjaga integritas yang ada agar nantinya bisa bersaing dengan baik di tingkat lintas Kementerian. “Jaga ini dengan baik dan jangan sampai ada berita miring yang viral. Sudah cukup bagus ini dan saya berharap ini tetap ditingkatkan,” ujarnya.

Karutan Batam Yan Patmos menjelaskan, persiapan Rutan menuju WBK dan WBBM sudah berjalan sejak Januari lalu. Persiapan menuju zona integritas ini meliputi; peningkatan layanan, pencegahan korupsi dan meningkatkan kepercayaan (trust) masyarakat. Persiapan ini sudah berjalan dengan maksimal dan sudah dinilai oleh inspektorat jendral Pemasyarakatan bersama Badan Pusat Statistik (BPS). Hasilnya cukup memuaskan sebab dinyatakan siap sebagai UPT Kemenkumham yang akan bersaing dengan UPT atau lembaga dari kementerian lainnya.

Secara detail Yan menjelaskan, ada lima poin yang dilakukan untuk memperoleh predikat WBP dan WBBM ini yakni; Merubah pola pikir dan budaya kerja yang disebut manajemen perubahan, tata laksana standar operasional prosedur (SOP) baik dalam melayani dan mengawasi warga binaan. “Yang berikutnya adalah SDM. Petugas dan warga binaan harus terampil. Petugas kita punya berbagai sertifikat dan latihan menembak serta lainnya,” kata Yan.

Poin keempat adalah akuntabilitas. Ini kaitannya dengan keterbukaan penyerapan anggaran serta laporan harta kekayaan petugas Rutan Batam. Poin kelima adalah pengawasan sebagai upaya cek dan ricek atas segalah persoalan yang terjadi. “Tujuan dari semua untuk peningkatan layanan publik dan pencegahan korupsi,” Yan.

Dengan berbagai persiapan yang sudah dilaksanakan ini, Yan Optimis akan memberikan hasil yang baik sebagai wakil dari jajaran Kemenkumham untuk penilaian tingkat nasional sebagai lembaga atau UPT yang WBK dan WBBM. (*)

REPORTER : EUSEBIUS SARA
editor: tunggul