Internasional

Tegur Pengunjung Tak Memakai Masker, Kasir SPBU Ditembak Mati di Jerman

Ilustrasi anggota polisi Jerman berjaga di salah satu supermarket di SPBU. Petugas kasir berusia 20 tahun di pom bensin Jerman ditembak mati karena menegur pelanggannya untuk memakai masker. ( F Christian Schulz/dpa via DW)

batampos.id – Radikalisasi yang menentang pembatasan virus Corona makin menjadi di Jerman. Seorang kasir pom bensin (SPBU) yang menegur kenapa tidak masker, ditembak mati seorang pengunjung di Idar-Oberstein, kota bagian barat Jerman, Senin (20/9/2021) waktu setempat.

Pria berusia 49 tahun ditetapkan menjadi tersangka setelah menembak kasir berusia 20 tahun tersebut.

BACA JUGA:
Jerman Hadapi Pemilu 2021, Ini Perbedaannya dengan Indonesia

Kepada polisi, pria itu mengaku ia menembak kasir karena mengaku marah, setelah ditolak untuk dilayani karena tidak memakai masker saat mencoba membeli bir. “Selama interogasi, dia menolak pembatasan karena virus corona,” ujar salah satu anggota Departemen kepolisian Trier dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari Deutsche Welle, Kamis (23/9/2021).

Tersangka meninggalkan pom bensin setelah berselisih dengan petugas. Kemudian, 30 menit setelahnya, tersangka kembali lagi ke pom bensin dengan memakai masker, lalu menembak petugas itu dengan pistol yang tidak memiliki izin.

Tersangka melarikan diri dari tempat kejadian tetapi kemudian menyerahkan diri ke polisi.

Insiden ini menarik perhatian bagi para politisi Jerman. Betapa tidak, hanya berselang lima hari dari Pemilu Besar Jerman, insiden terjadi.

Kandidat kanselir Partai Hijau, Annalena Barbock mengaku sangat prihatin dengan radikalisasi dari gerakan Querdenker (Pemikiran Lateral) Jerman.

Calon pengganti Angela Merkel itu menyebutkan, Querdenker mencakup orang-orang yang menentang masker dan vaksin, di antaranya adalah penganut teori konspirasi dan ekstremis kanan.

“Saya terkejut dengan pembunuhan mengerikan terhadap seorang pemuda yang hanya meminta agar aturan yang ada dipatuhi,” tulisnya. “Turut berduka untuk keluarga dan orang-orang terkasihnya. Kita harus melawan kebencian yang terus berkembang ini,” twit Baerbock dalam laman Twitternya, @ABaerbock.

Sementara, kandidat kanselir dari Partai SPD, Olaf Scholz, menulis di Twitter bahwa dia terkejut. “Seseorang dibunuh karena mereka ingin melindungi diri mereka sendiri dan orang lain. Sebagai masyarakat, kita harus dengan tegas menentang kebencian seperti ini,” tulisnya.

Kandidat kanselir dari Partai CDU, Armin Laschet, menyerukan agar kebencian di masyarakat Jerman segera diakhiri. Dia menambahkan bahwa semua orang yang mengklaim tidak percaya ada virus corona, harus memeriksanya ke unit perawatan intensif.

“Kita tidak boleh membiarkan pandemi ini direduksi menjadi sesuatu yang dangkal, seperti yang dilakukan beberapa kelompok politik,” ungkapnya. (*)

Reporter: Chahaya Simanjuntak
Editor: Tunggul Manurung