Properti

Gagal Bayar Real Estate Evergrande Tiongkok Ikut Diwaspadai Kemenkeu

ILUSTRASI: Meisterstadt Pollux Habibie di Batam Kota, Batam, terlihat megah dan indah, Rabu 14 April 2021. Suprizal Tanjung, Batam Pos

batampos.id – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) turut menyoroti persoalan di negara maju terkait properti raksasa asal Tiongkok, yaitu Evergrande yang mengalami gagal bayar. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mewaspadai imbasnya ke Indonesia.

“Isu risiko stabilitas sektor keuangan terutama di RRT itu menjadi perhatian pada minggu-minggu ini yaitu terjadinya gagal bayar dari satu perusahaan konstruksi real estate yang sangat besar yaitu Evergrande,” ujarnya, dalam konpers APBN Kita, Kamis (23/9).

Menurutnya, hal itu menjadi bukti ancaman nyata yang berasal dari varian Delta Covid-19 terhadap perekonomian di seluruh dunia. Serangan varian Delta membuat pemulihan ekonomi negara-negara di dunia menjadi tidak merata.

“Jadi, kita juga harus melihat dengan mewaspadai apa yang terjadi di dalam perekonomian Tiongkok,” ungkapnya.

Meskipun demikian, Sri Mulyani tetap melihat secercah harapan bagi kesembuhan ekonomi Indonesia. Salah satu pemicu optimisme tersebut adalah jumlah vaksinasi yang sudah cukup tinggi.

Soal vaksinasi, Indonesia masuk peringkat 7 dengan jumlah total vaksinasi 129 juta dosis, dimana untuk yang suntikan pertama adalah 82,1 juta dan untuk yang suntikan kedua 46,5 juta.

BACA JUGA: Investor Properti Pilih Kunjungan Virtual 

“Kalau kita lihat juga ada booster untuk tenaga kesehatan ini juga untuk melindungi mereka dalam situasi yang memang masih sangat tidak pasti,” ungkapnya.

Bahkan, Indonesia termasuk negara yang sudah menembus 100 juta vaksinasi meskipun bukan negara produsen vaksin. Menurut Sri Mulyani, itu karena Indonesia memiliki akses yang cukup baik untuk mendapatkan vaksin.

“Vaksinasi yang tinggi memberikan optimisme terhadap kemampuan untuk melakukan aktivitas ekonomi dengan risiko terjadinya penularan atau terjadi hospitalisasi dari Covid atau bahkan bisa mengancam kematian,” pungkasnya. (*)

Reporter: JPG Group
Editor: Suprizal Tanjung