Bintan-Pinang

Kejagung Sita 4 Bidang Tanah di Tanjungpinang, Aset Milik Tersangka Korupsi PT Asabri

ST-Burhanuddin

batampos.id- Kejaksaan Agung (Kejagung) menyita empat bidang tanah dan bangunan dengan jumlah luas 26.765 M2 di Tanjungpinang. Penyitaan aset tersebut terkait dugaan korupsi di PT Asuransi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri).

BACA JUGA: Kasus Dugaan Korupsi ASABRI, Kejagung Tetapkan 10 Tersangka Korporasi

Sesuai Penetapan Ketua Pengadilan Negeri Tanjungpinang Nomor: 59/Pen.Pid.Sus-TPK/2021/PN.Tpg tanggal 22 September 2021, aset milik atau yang berkaitan dengan tersangka TT yakni satu bidang tanah atau bangunan sesuai Sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) No. 00674/03861 yang terletak di Tanjungpinang dengan luas 1.700 M2 atas nama PT Tanjung Pinang Sakti. Satu bidang tanah atau bangunan sesuai Sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) No. 00784/02906 yang terletak di Tanjunpinang dengan luas 3.568 M2 atas nama PT Tanjung Pinang Sakti.

Selanjutnya, satu bidang tanah atau bangunan sesuai Sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) No. 00864/02775 yang terletak di Tanjungpinang dengan luas 3.117 M2 atas nama PT Tanjung Pinang Sakti. Satu bidang tanah atau bangunan sesuai Sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) No. 00818 yang terletak di Tanjungpinang dengan luas 18.380 M2 atas nama PT. Tanjung Pinang Sakti. “Terhadap aset-aset para Tersangka yang telah disita tersebut, selanjutnya akan dilakukan penaksiran atau taksasi oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) guna diperhitungkan sebagai penyelamatan kerugian keuangan negara didalam proses selanjutnya,” jelas Kepala Pusat Penerapan Hukum Kejagung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak.

Sebelumnya diketahui, Kejagung sendiri menerima hasil penghitungan kerugian keuangan negara dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi PT Asabri dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Nilai kerugian keuangan negara mencapai Rp22,78 triliun.

Jaksa Agung ST Burhanuddin mengatakan tidak menutup kemungkinan ada tersangka baru dalam perkara ini jika masih ditemukan bukti. Sejauh ini, 13 orang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara ini. (*)

Reporter : YUSNADI NAZAR
editor: tunggul