Nasional

Kejagung Tangkap 110 Buronan Dalam 8 Bulan, Komisi III DPR Senang

Jaksa Agung Republik Indonesia Sanitiar Burhanuddin memberikan keterangan pers terkait pemulangan buronan Adelin Lis di Kejagung, Sabtu (19/6/2021). Kejaksaan Agung RI berhasil memulangkan buron kasus pembalakan liar Adelin Lis dari Singapura menggunakan pesawat Garuda GA-837. Pemulangan Adelin Lis ini hasil dari sinergitas antara pemerintah Indonesia dengan pemerintah Singapura. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

batampos.id – Selama periode Januari-Agustus Kejaksaan Agung berhasil meringkus lebih dari 100 orang tersangka, terpidana ataupun terdakwa yang memang masuk ke dalam daftar pencarian orang (DPO) atau buronan.

Berkaitan dengan pencapaian ini, Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni mengatakan, Kejaksaan Agung telah menepati janjinya untuk terus mengejar para DPO dan menunjukkan komitmennya dalam penegakkan hukum dengan serius.

“Apresiasi yang luar biasa kepada Kejaksaan, karena atas kerja kerasnya mampu menangkap 110 orang yang berstatus DPO tersebut. Saya selalu membahas hal ini di Komisi III, meminta Kejaksaan terus mengejar para buronan. Dan ini terbukti bahwa kejaksaan menepati janji-janjinya untuk menangkap para buron tersebut,” ujar Sahroni dalam keterangannya, Jumat (24/9).

Legislator Partai Nasdem ini menambahkan, dalam menangkap DPO ini terjadi peningkatan Kejaksaan Agung dari tahun-tahun sebelumnya.

“Kalau tahun lalu berhasil menangkap sekitar 140 dalam satu tahun penuh, kalau sekarang sudah mencapai lebih dari 100 hanya dalam kurun waktu 8 bulan. Ini layak diapresiasi,” katanya.

Sahroni juga meminta kepada Kejaksaan Agung untuk melakukan kerja sama dengan berbagai lembaga penegak hukum di dalam maupun luar negeri juga perlu terus ditingkatkan agar upaya pengejarannya semakin maksimal.

“Selanjutnya, Kejagung harus tetap konsisten melakukan pengejaran terhadap buronan lain yang memang masih sulit diketahui lokasinya atau masih berkeliaran di luar negeri,” ungkapnya.

Sahroni juga meminta agar Kejaksaan Agung agar fokus meningkatkan kemajuan teknologi untuk membantu melacak para buronan yang belum tertangkap.

“Menurut saya hal tersebut dapat diatasi dengan fokus memanfaatkan kemajuan teknologi sekaligus kerjasama dengan lembaga hukum di dalam maupun luar negeri. Karena dengan pemanfaatan ini, Kejaksaan akan semakin dimudahkan dalam melacak para buronan tersebut,” pungkasnya. (*)

Sumber: JP Group
Editor: Jamil Qasim