Ekonomi & Bisnis

Lanjutkan Transformasi Digital Perbankan, Mandiri Perkenalkan Livin’ by mandiri

Livin’ by Mandiri sebagai penyempurnaan dari aplikasi Mandiri Online

batampos.id– PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk. memperkenalkan Livin’ by Mandiri sebagai penyempurnaan dari aplikasi Mandiri Online untuk meningkatkan kemudahan dan kenyamanan nasabah dalam mengakses layanan perbankan perseroan di era bank 4.0.

Transformasi layanan perbankan digital ini merupakan inisiatif strategis perusahaan untuk menjadi salah satu modern digital retail bank dengan layanan yang adaptif terhadap kebiasaan baru nasabah dalam bertransaksi.

BACA JUGA: Pacu Generasi Muda berbisnis, Bank Mandiri Gelar Wirausaha Muda Mandiri 2021

Area Head Bank Mandiri Area Batam Wisnu Jatmiko menyampaikan saat ini layanan perbankan tidak lagi terbatas pada fisik kantor bank, tetapi lebih pada konsep real time agar bisa diakses dan dimanfaatkan kapan saja, dimana saja oleh nasabah melalui aplikasi dan platform digital.

“Sebagai penyesuaian dari aplikasi Mandiri Online, Livin’ by Mandiri akan menjadi sebuah super app yang memanfaatkan pendekatan AI untuk menciptakan sentuhan personal yang unik dan modern dalam akses layanan keuangan yang lengkap, termasuk ke biller dan nantinya ke produk perusahaan anak,” ujar Wisnu pada acara Launching Livin’ by Mandiri di Gedung Dana Graha Nagoya Batam.

Secara filosofis, nama Livin’ by Mandiri mengandung makna kawan atau sahabat dekat yang dapat diandalkan untuk hidup yang lebih mudah dan bahagia. Adapun, warna biru pada penulisan melambangkan kepercayaan dan keamanan yang semakin melengkapi makna Livin’ by Mandiri sebagai sahabat yang dapat diandalkan.
Aplikasi Livin’ by Mandiri akan menjadi salah satu milestone dalam transformasi perbankan digital retail yang telah berlangsung di Mandiri sejak 1999 melalui layanan Mandiri ATM dan EDC untuk melayani transaksi non-tunai nasabah. Transformasi berlanjut dengan kehadiran Mandiri SMS dan Call Center pada 2002, serta Mandiri Internet pada 2003.

“Berlanjut pada 2008, kami mengembangkan uang elektronik berbasis chip bernama Mandiri e-Money dan uang elektronik berbasis server bernama Mandiri e-Cash pada 2013. Sebelumnya, kami juga telah mengenalkan Mandiri Clickpay sebagai layanan pembayaran cepat yang memanfaatkan kartu debit pada 2011,”ujar Wisnu.

Perkembangan industri smartphone pun mendorong Mandiri meluncurkan Mandiri Online pada 2017 sebagai layanan perbankan terintegrasi di perangkat smartphone ataupun PC yang dapat diakses secara online 24/7 melalui jaringan internet. “Kami lalu mengakselerasi transformasi ini seiring pemberlakuan kebijakan pembatasan aktivitas sosial sebagai dampak dari pandemi Covid-19. Alhasil, tahun lalu kami secara bersamaan meluncurkan beberapa inovasi digital terbaru untuk mendukung kebijakan itu,”tambah Wisnu. Inovasi perbankan digital tersebut antara lain Mandiri Direct Debit untuk transaksi cepat dengan kartu debit berlogo GPN dan Visa di e-commerce.

Sedangkan Mandiri API menjadi solusi inovatif yang mengintegrasikan layanan perbankan Bank Mandiri pada platform digital mitra bisnis. Selain itu, ada juga layanan Mandiri Intelligent Assistant (MITA) sebagai fitur layanan nasabah berbasis AI pada whatsapp akun resmi Bank Mandiri di nomor 08118414000. “Untuk mendukung bisnis penyaluran pembiayaan, transformasi digital kami juga telah menghasilkan produk digital lending bagi UMKM yang terdaftar di aplikasi marketplace serta UMKM yang menjadi distributor atau retailer nasabah strategis Bank Mandiri,” ungkapnya.

Transformasi digital retail banking Mandiri sejauh ini telah berkontribusi optimal bagi pencapaian kinerja perusahaan hingga beberapa tahun terakhir. Indikatornya antara lain, kenaikan transaksi melalui Mandiri Online yang signifikan dari 46 juta transaksi finansial pada saat aplikasi diluncurkan di 2017 menjadi 620 juta transaksi pada 2020, dengan nilai lebih dari Rp1.001 triliun atau naik lebih dari 10 kali lipat dibandingkan dengan 4 tahun lalu.

Hal signifikan lainnya adalah kenaikan jumlah nasabah tabungan dari 3,2 juta rekening pada 2010 menjadi 28,7 juta rekening di akhir tahun lalu. Dari jumlah tersebut, tercatat 4,5 juta nasabah menjadi user aktif Mandiri Online yang segera berganti menjadi Livin’ by Mandiri.

Wisnu juga memaparkan penetrasi Livin di wilayah kerjanya juga cukup baik. Hal ini terlihat dari jumlah pengguna mencapai hampir 90 Ribu pengguna dengan total transaksi sepanjang tahun 2020 di wilayah kerjanya mencapai 13,5 juta transaksi dengan Sales Volume 19,5 T, meningkat 35% secara YoY. (*)

Reporter : Rengga Yuliandra
editor: tunggul