Metropolis

Gegara Banjir, Warga Bentrok di Batuaji

Aparat keamanan mempertemukan kedua kelompok warga untuk mencari solusi

batampos.id– Kericuhan terjadi di kelurahan Kibing, Kecamatan Batuaji, Minggu (26/9) pagi. Warga perumahan Puteri Tujuh yang tengah gotong royong membangun tanggul penahan air dicegah oleh sebagian masyarakat perumahan MKGR yang lokasi berada di bagian atas perumahan Puteri Tujuh. Warga MKGR yang berbatas langsung dengan perumahan Puteri Tujuh melarang warga perumahan Puteri Tujuh untuk membangun tanggul air tadi dengan asalan menutup akses keluar masuk antara dua perumahan ini.

BACA JUGA: Jalan Kerapu Dalam Kerap Terendam Banjir

Pantauan di lapangan, keributan ini tidak saja menyebabkan tarikan dan adu mulut tapi juga bentrok fisik. Beberapa orang warga dari kedua kubu saling serang. Meskipun sempat mencekam namun situasi bisa dikendalikan oleh aparat TNI dan Kepolisian setempat. Kerumunan massa di lokasi bentrok tadi berhasil dibubarkan dan perwakilan warga dari masing-masing perumahan berhasil dipertemukan. Pertemuan untuk mencapai kesepakatan bersama dipimpin langsung oleh Kapolsek Batuaji Kompol Danniel Ganjar Kristanto.

“Alhamdulilah pertemuan berjalan alot dan kedua pihak akhirnya sama-sama rendah hati untuk kepentingan bersama. Tanggul tetap akan dibangun namun akses jalan yang diminta oleh warga perumahan MKGR tetap dibuka. Dasar dari permasalahan ini adalah banjir,” ujar Danniel.

Kepada wartawan Danniel menjelaskan, warga perumahan Puteri Tujuh yang selama ini selalu menerima banjir kiriman dari bagian atas pemukiman mereka sepakat untuk membangun tanggul setinggi 80 centimeter di atas parit yang membatasi perumahan mereka dengan perumahan MKGR. Persoalannya parit itu ada akses jalan menuju perumahan MKGR dan sebagian warga MKGR khususnya di blok yang berbatasan langsung dengan perumahan Puteri Tujuh menolak. Penolakan ini terjadi saat warga Puteri Tujuh sedang melakukan Goro sehingga sempat terjadi keributan.

“Untuk menyelesaikan perselisihan ini, portal tetap dibangun (dengan alasan untuk mengatasi banjir), namun akses jalan yang diminta warga perumahan MKGR tetap dibuka namun sistem portal,” ujar Ganjar.

Kesepakatan ini diambil setelah Polisi dan TNI menerima penjelasan dari kedua bela pihak. Dari penjelasan itu bahwa bulan Maret 2022 sudah dipastikan akan ada proyek peningkatan drainase dari Pemko Batam sehingga untuk sementara portal penahan banjir dari warga perumahan Puteri Tujuh tetap boleh dibangun sambil menunggu realisasi proyek peningkatan drainase tadi.

Ketua RW 05 perumahan Puteri Tujuh Kori Situmorang menjelaskan, alasan mendasar warganya gorong membangun tanggul tadi karena masalah banjir. Sudah bertahun-tahun warga di RT 01 perumahan Puteri Tujuh menerima banjir kiriman dari atas akibat penyempitan drainase dari lokasi akses jalan yang menghubungkan dua perumahan tadi.

“Alasannya cuman satu. Mau uraikan masalah banjir ini. Itu saja keinginan kami,” ujar Kori. (*)

REPORTER : EUSEBIUS SARA
tunggul