Nasional

Jadi Tersangka, Azis Syamsuddin Belum Minta Bantuan Hukum ke Golkar

Wakil Ketua DPR Fraksi Golkar Azis Syamsuddin (rompi orange) (Dok. Dery Ridwansah/JawaPos.com )

batampos.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin sebagai tersangka kasus dugaan suap penanganan perkara di Lampung Tengah.

Ketua DPP Partai Golkar Adies Kadir mengatakan pihaknya menghargai proses hukum yang sedang dijalankan KPK terhadap koleganya tersebut. Partai Golkar pun siap memberikan bantuan hukum kepada Azis Syamsuddin apabila diminta.

“Partai Golkar akan memberikan bantuan hukum melalui Badan Advokasi Hukum dan HAM terhadap seluruh kader Partai Golkar yang menghadapi permasalahan hukum dalam berbagai kasus, apabila bantuan hukum tersebut diminta oleh kader,” ujar Adies dalam jumpa pers di Gedung DPR, Jakarta, Sabtu (25/9).

Namun demikian menurut Adies, jika Azis Syamsuddin telah menunjuk kuasa hukum sendiri, maka Partai Golkar tetap melakukan pemantauan terhadap kasus hukum sedang berjalan saat ini.

“Jika kader Partai Golkar yang bersangkutan ternyata telah menunjuk penasihat hukum lain dalam menghadapi permasalahan hukumnya, maka Partai Golkar akan tetap mengamati dan mengawal perkembangan kasus hukum yang dihadapi oleh kadernya,” katanya.

Wakil Ketua Komisi III DPR RI ini menuturkan sampai dengan saat ini Azis Syamsuddin belum mengajukan permintaan bantuan hukum terhadap Partai Golkar.

“Jadi kalau koordinasi beberapa minggu yang lalu, yang bersangkutan sudah berkoordinasi dengan Ketua Bakumham. Tetapi secara resmi untuk meminta sebagai kuasa hukum dalam penanganan kasus belum, jadi belum kita masih tahap koordinasi,” ungkapnya.

Adies berujar, Partai Golkar berharap asas hukum praduga tak bersalah tetap dikedepankan dalam kasus hukum yang menjerat Azis Syamsuddin ini.

“Partai Golkar memberikan waktu dan kesempatan yang seluas-luasnya kepada saudara Azis Syamsuddin untuk berkonsentrasi dan fokus menghadapi permasalahan hukumnya di KPK,” tuturnya.

Diketahui, KPK telah menetapkan Azis Syamsuddin sebagai tersangka dugaan praktik suap penanganan perkara di Lampung Tengah.

Azis telah dibidik dalam kasus ini sejak Agustus 2021. Azis mencoba menghubungi mantan Penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju untuk menutup perkara yang menjerat Politikus Partai Golkar Aliza Gunado dan dirinya di KPK.

Robin meminta uang ke Azis untuk membantunya menutup perkara di KPK. Robin dibantu Pengacara Maskur Husain dalam melancarkan aksinya.

Robin diduga berkali-kali menemui Azis untuk menerima uang. Duit itu diberikan tiga kali dengan dua mata uang asing. Uang yang diberikan yakni USD 100 ribu, SGD 17.600, dan SGD 140.500.

Mata uang asing itu selalu ditukarkan ke rupiah usai diserahkan Azis ke Robin. Robin dan Maskur diduga telah menerima Rp 3,1 miliar dari Azis. Kesepakatan awalnya, Azis harus memberikan Rp 4 miliar untuk menutup kasus.

Atas tindakannya, Azis disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (*)

Sumber: JP Group
Editor: Jamil Qasim