Bintan-Pinang

Kapal Pelni Kembali Sandar di Pelabuhan Sribayintan, Kijang

Suasana di Pelabuhan Sribayintan Kijang terpantau lenggang, baru-baru. F.Slamet Nofasusanto

batampos.id– Kapal penumpang milik PT. Pelni akan kembali singgah dan sandar di Pelabuhan Sribayintan, Kijang, Bintan. Menyusul Pemerintah Kabupaten Bintan mencabut surat edaran Bupati Bintan perihal penundaan sementara kapal penumpang PT. Pelni melakukan pelayaran ke wilayah Bintan yang dilakukan sejak April 2020 lalu.

BACA JUGA: Sebelum Singgah di Bintan, Plt Bupati Bintan Ingin Pastikan Prokes di Kapal Pelni Dicek

Kadis Perhubungan Bintan, M Insan Amin mengatakan, surat edaran Bupati Bintan terkait penundaan sementara kapal PT. Pelni melakukan perlayaran ke wilayah Bintan telah dicabut. “Sudah dicabut surat edaran tersebut,” kata Insan, Minggu (26/9).

Insan mengatakan, kapal penumpang PT. Pelni akan kembali melakukan pelayaran ke Pelabuhan Sribayintan  Kijang, Bintan. Rencananya, KM Umsini akan sandar di Pelabuhan Sribayintan, Kijang, Bintan pada 6 Oktober mendatang.

“Tanggal 6 Oktober, KM Umsini sandra di Kijang lalu Tanjungperiok, Surabaya, Makassar, Maumere, Larantuka, Lewoleba, dan Kupang,” katanya.

Selain itu, KM Kelud dengan lintasan Tanjungperiok, Kijang, Batuampar (Batam), Belawan juga mulai dibuka pelayaran ke Kijang.

Lalu ada KM Bukit Raya dengan lintasan Kijang, Letung dan Tarempa dan KM Sabuk Nusantara 80 dengan lintasan Tarempa, Kuala Maras/Letung, Kijang pun dibuka pelayaran ke Kijang.

Dia mengingatkan dengan dibukanya pelayaran ke Kijang, agar PT. Pelni menerapkan protokol kesehatan yang ketat mulai dari kapal sampai dengan sandar di pelabuhan Sribayintan Kijang. Hal ini menurutnya, penting dalam upaya mencegah penularan covid-19. “Tim Satgas juga akan melakukan pengawasan,” katanya.

Insan berharap dengan dioperasikannya kembali pelayaran ke Kijang, maka ekonomi masyarakat yang selama ini mengantungkan hidupnya dari aktivitas pelabuhan dengan adanya kapal yang singgah seperti porter, tukang ojek, sopir taksi dan pedagang serta masyarakat yang ada di sekitar dapat kembali bergairah ekonominya.

“Mudah-mudahan dibukanya kembali pelayaran kapal Pelni ke Kijang mendorong pemulihan ekonomi masyarakat, namun semua harus menerapkan prokes yang ketat,” tukasnya. (*)

Reporter: SLAMET NOFASUSANTO
editor: tunggul