Bintan-Pinang

Petugas Penyelamat Dilatih Penanganan Hewan Liar

Petugas penyelamat dilatih penanganan hewan liar, Jumat( 24/9) kemarin. F. DPKP

batampos.id– Sebanyak 30 petugas penyelamatan (rescue) Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Tanjungpinang ikuti pelatihan edukasi reptil untuk peningkatan keterampilan evakuasi hewan liar dan berbahaya.

BACA JUGA: Wiku: Hewan Terinfeksi Covid-19 Tak Menular ke Manusia

Kepala DPKP Kota Tanjungpinang, Hantoni menjelaskan pelatihan edukasi animal rescue itu rutin dilaksanakan untuk meningkatkan keterampilan anggota dalam menangani evakuasi hewan liar, berbahaya, dan berbisa sesuai kategori penanggulangannya masing-masing.

“Petugas yang melakukan evakuasi sering berhadapan dengan hewan liar seperti ular. Ada juga, biawak, buaya, dan sarang tawon. Untuk itu, mereka diberi pelatihan cara menangani hewan liar itu,” kata Hantoni, Sabtu (25/9).

Melalui pelatihan itu, Hantoni menyebutkan anggota damkar dapat menjalankan tugasnya secara optimal, jika ada masyarakat yang membutuhkan pertolongan silahkan lapor agar tidak menimbulkan bahaya bagi siapapun. “Selain penanganan kebakaran, kita juga melakukan penyelamatan dan evakuasi,” ujarnya.

Untuk pelatihan itu, kata Hantoni pihaknya berkolaborasi dengan komunitas pencinta hewan. Sehingga hewan hasil evakuasi dapat dikarantina atau dikembalikan ke habitatnya masing-masing.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan DPKP Kota Tanjungpinang, Desi Afriyanti menyebut, sejak Januari hingga Juni 2021, tercatat 84 kejadian yang telah ditangani petugas rescue DPKP kota Tanjungpinang yang paling banyak adalah evakuasi ular berbisa.

“Yang paling banyak ditangani itu evakuasi ular sebanyak 47 kejadian, evakuasi sarang tawon 21 kejadian, evakuasi biawak 7 kejadian, sisanya kucing dan lainnya,” kata Desi.

Desi menambahkan peristiwa ular yang sering muncul ke pemukiman warga saat musim hujan, saat air naik sehingga terbawa sampai ke halaman rumah, bahkan loteng rumah warga.

“Kemarin dalam satu hari ada tiga laporan kejadian ular masuk ke rumah warga. Jenisnya, beragam ada yang berbisa dan membelit,” terangnya.

Pelatihan itu dinilai sangat penting dalam peningkatan pengetahuan dan ketrampilan petugas saat melakukan penyelamatan dan evakuasi di lapangan.Sehingga petugas lebih berani dan bisa memberikan penanganan prima secepat mungkin. “Bagi warga yang membutuhkan pertolongan dan penanganan cepat dapat menghubungi petugas,” imbaunya. (*)

 

Reporter : Peri Irawan
editor: tunggul