Covid-19

Hati-Hati Ada Lebih Dari 5.000 Orang Positif Covid-19 Berkeliaran

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono. (Antara)

batampos.id – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebut, terdapat lebih dari 5 ribu orang yang terdeteksi positif Covid-19 per 26 September 2021. Hal tersebut dilihat dari pantauan deteksi aplikasi PeduliLindungi yang berwarna hitam.

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengungkapkan, terdapat sebanyak 5.241 orang positif Covid-19 atau kontak erat yang mencoba untuk masuk ke berbagai fasilitas publik seperti pusat perbelanjaan, industri, hingga stasiun.

Dante menegaskan, orang yang terdeteksi positif Covid-19 berdasarkan hasil skrining QR Code menggunakan PeduliLindungi. Ia memastikan orang-orang tersebut ditolak dan tidak dapat masuk area tersebut.

“Ternyata ada 5.241 pengunjung tidak sehat atau masuk golongan warna hitam,” ujarnya dalam acara rakornas secara virtual, Senin (27/9).

Dante merincikan, masyarakat yang masuk dalam kategori hitam dalam aplikasi PeduliLindungi yang mencoba masuk ke mal mencapai 3.876 orang, industri 443 orang, stasiun 196 orang, outlet atau tenant mandiri 168 orang, restoran dan rumah makan 127 orang, serta bioskop 111 orang.

Selanjutnya, area gedung atau perkantoran 88 orang, bandara 66 orang, hotel dan akomodasi 58 orang, olahraga 56 orang, tempat-wisata, aula, museum, galeri seni 20 orang. Sementara kafe dan bar 15 orang, terminal 9 orang, dan pelabuhan 8 orang. Sedangkan sektor pariwisata memiliki kontribusi yang kecil, yaitu sekitar 7,4 persen.

Dante mengingatkan, agar para masyarakat tetap menjaga protokol kesehatan Covid-19 karena masih banyak orang yang berkeliaran dengan status positif Covid-19 dan mencoba untuk masuk ke berbagai fasilitas publik. Dengan aplikasi tersebut diharapkan dapat meminimalisir penularan Covid-19.

“Kalau kita menggunakan program PeduliLindungi ini kita dapat melakukan skrining supaya yang berwisata, yang melakukan kegiatan perjalanan dan sebagainya Itu masuk ke dalam golongan yang memang tidak menularkan kasus,” tegasnya. (*)

Sumber: JP Group
Editor: Jamil Qasim