Internasional

Koalisi Mustahil Terjadi, Kini Jerman Masih Membahas Siapa Pengganti Merkel

Kandidat Kanselir Jerman dari SPD, Olaf Scholz mendapat bunga dan tepukan meriah dari pendukungnya setelah mengetahui hasil Pemilu sementara yang membuat partainya unggul Senin (27/9/2021) pagi waktu setempat atau sore waktu Indonesia bagian barat hari ini. ( F DW)

batampos.id – Jerman berbenah setelah malam pemilihan. SPD menang tipis atas CDU. Hasil Bundestag Wahl 2021 atau Pemilu Federal Negara penghasil bir itu masih bersifat sementara. Meski begitu, mereka sudah mulai membahas siapa pengganti Angela Merkel.

BACA JUGA:
Hasil Sementara Pemilu Jerman: CDU Terpuruk, SPD Unggul

Hasil awal yang keluar Senin (27/9/2021) pagi atau sore waktu Indonesia bagian barat saat ini, menunjukkan masih belum jelas siapa yang akan mengisi posisi kanselir baru menggantikan posisi Merkel.

Melansir dari Deutsche Welle (DW), Sosial Demokrat (SPD) muncul sebagai partai terkuat dengan 25,7 persen suara, diikuti oleh blok CDU/CSU milik Merkel dengan 24,1 persen.

Data perolehan kursi Pemilu Jerman 2021. (Sumber: ARD via DW)

Bagi SPD poros kiri-tengah, Bundestagwahl 2021 ini menjadi kebangkitan bersejarah bagi mereka. Meskipun masih harus dilihat apakah kandidatnya, Olaf Scholz, telah berbuat cukup untuk memenangkan jabatan kanselir.

Sebaliknya, Partai Demokrat Kristen (CDU) kanan-tengah dan partai saudara mereka di Bavaria, Persatuan Sosial Kristen (CSU) – yang telah memerintah Jerman untuk sebagian besar sejarah pascaperangnya, terjatuh ke posisi terburuk mereka sepanjang kontestasi politik, yakni 24,1 persen atau kalah 10 kursi atas SPD yang memenangkan 196 kursi.

Pemilihan federal kali ini, baik Sosial Demokrat maupun konservatif tidak akan dapat membentuk pemerintahan koalisi dua arah dengan mitra pilihan mereka, Partai Hijau progresif, yang berada di posisi ketiga, dan Partai Demokrat Bebas (FDP) yang pro-free market, yang menempati posisi keempat. Mustahil itu terjadi.

Pasalnya,memukul koalisi tiga arah, berarti akan membutuhkan negosiasi yang panjang dan waktu yang lama karena kedua partai besar akan bersaing mendapatkan pihak ketiga untuk bergabung dengan mereka dan pasti, anggota bundestag atau parlemen kembali akan bertambah. (*)

Reporter: Chahaya Simanjuntak
Editor: Tunggul Manurung