Zetizen

Sosok Terampil Pengukir Buah

Batampos.id – KULINER bukan hanya tentang menyajikan makanan, tapi juga soal estetika ba­gaimana makanan di piring tampak cantik dan mengundang selera. Salah satu teknik menghias makanan adalah mengukir buah atau fruit carving. Di Thailand, fruit carving atau dikenal sebagai kae sa luk dilakukan sejak abad ke-14 pada masa dinasti Sukhothai. Di balik ukiran buah itu, ada proses panjang yang dilalui seorang fruit carver. Penasaran dengan profesi satu ini? Yuk, cari tahu lebih lanjut!

Sesuai namanya, fruit carver memiliki tugas untuk mengukir buah dengan alat tertentu. Mulai cutter, pisau, hingga tusuk gigi. Hal itu dilakukan agar makanan memiliki nilai seni yang tinggi. Di Indonesia, fruit carver masih jarang ditemukan. Padahal, prospeknya cukup bagus. Sebab, nggak banyak orang yang bisa mengukir buah.

Dibutuhkan proses panjang untuk menjadi fruit carver, sebagaimana yang dialami Gani Ramadhoni. ’’Sejak 2004, saya tertarik untuk mencari tahu teknik-teknik fruit carving. Saya belajar mulai dari teknik dasar sampai bagian yang lebih detail. Saat mulai mahir, saya coba ikut kompetisi fruit and vegetables carving dan beberapa membuahkan hasil yang memuaskan. Dari situ, saya termotivasi untuk lebih baik lagi hingga banyak tawaran dari beberapa hotel di dalam dan luar negeri,’’ ungkap Gani.

Menurut Gani, fruit carver harus punya kemauan yang besar untuk belajar dan melatih teknik ukiran. Bisa dengan belajar secara otodidak maupun belajar langsung dengan ahlinya. Selain itu, jiwa seni yang tinggi sangat dibutuhkan, lho. Dengan begitu, fruit carver bisa berimajinasi ter­hadap media buah yang akan diukir. Jika membuat motif yang lebih detail, maka harus sabar dan superteliti.

’’Kesulitan yang dialami biasanya berhubungan dengan karakter dan tekstur buah yang bisa memengaruhi tingkat kesulitan atau kemudahan pembuatan fruit carving. Apalagi jika ukirannya lebih detail, pasti butuh waktu cukup lama. Kalau ada bagian yang salah, harus pintar-pintar menyambungkan dan menyesuaikan bentuknya lagi. Tapi, kebanyakan pemula biasanya gagal di si­metrisnya sih. Nggak rapi saja dan bentuknya agak melenceng dari ukuran pola ukir,’’ paparnya.

Well, punya keahlian fruit carving bisa sangat menguntungkan, lho! Selain melatih kepiawaian tangan, hasil ukiran buah itu dapat dibayar dengan angka yang cukup mahal. So, kalau kamu tertarik menekuni profesi itu, terus konsisten untuk melatih diri dan belajar, ya! Semakin sering latihan, maka semakin ahli pula mengukir buah dengan berbagai teknik dan ukuran. (arm/c18/lai)

Banyak hal yang harus diperhatikan dalam mengukir buah. Mulai pemilihan buah yang akan diukir, alat ukir, hingga teknik yang digunakan. Cari buah yang teksturnya baik untuk diukir seperti semangka, melon, dan labu kuning. Kemudian, gunakan alat seperti pisau ukir dan tusuk gigi. Pisau ukirnya pun bervariasi, ada yang bergerigi bahkan melengkung. Yang penting, pisaunya tajam dan berukuran kecil agar mudah digunakan.

Bagi pemula, bentuk yang paling dasar untuk diukir adalah bunga mawar. Sebab, polanya mudah dibentuk. Saat membuat motif, pastikan mengetahui titik utama ukiran agar hasilnya simetris. Untuk membuat ukiran karakter hewan atau wajah, pahami contoh bentuknya dari media patung karakter atau media gambar. Selebihnya, harus dipraktikkan secara langsung agar detailnya terbentuk sempurna.

Terakhir, gambar pola di permukaan buah dengan spidol atau menjiplak polanya dari kertas stensil. Semakin kecil medianya, maka harus lebih teliti untuk menghindari kegagalan. Jika ada bagian yang nggak sengaja terpotong, pakai tusuk gigi untuk menyambung­nya kembali. (arm/c18/lai)

 

“Mengukir Buah”

Reporter : Sonia Novi
Editor : Agnes Dhamayanti

Buah juga bisa menjadi media untuk mengukir. Ternyata hasilnya gak kalah dengan media lain. Cantik dan unik. Selain keahlian diperlukan juga pisau khusus untuk mengukir buah. Biasanya buah-buah yang sudah diukir ini menjadi hiasan pada sajian makanan. Ada yang berbentuk bunga, daun, hingga hewan. Wah kok bisa ya? Sulit apa tidak ya? Yuk simak! (*)

F. Dok. Pribadi

Olivia Putri Maharani
Universitas Internasional Batam
@oliviaputriim

Mengukir buah atau biasa disebut dengan fruit carving itu memang bukan hal yang mudah, terlebih mengukir buah tersebut memiliki beberapa teknik yang sangat sulit.
Keterampilan dalam fruit carving ini sangatlah dibutuhkan. Untuk mendapatkan ukiran yang indah mesti dilatih setiap hari agar mendapatkan hasil yang maksimal. (*)

F. Dok. Pribadi

Firman Gani
Universitas Maritim Raja Ali Haji
@firmangani

Tidak perlu bakat atau kemampuan khusus dalam mengukir buah. Saya yakin semua orang pasti bisa melakukannya jika dibarengi usaha. Apalagi saat ppkm ini, tentu bisa saja menjadi peluang usaha baru dan hobi yang kece pastinya. (*)