Bintan-Pinang

Tanjungpinang Masuk Zona Kuning

Petugas memeriksa kesehatan pedagang Pasar Bintan Center menggunakan rapid tes antigen, belum lama ini. F. Peri Irawan

batampos.id– Kasus covid-19 di Kota Tanjungpinang terus melandai, bahkan saat ini sudah masuk ke zona kuning dan kasus aktif hingga Minggu (26/9) kemarin tersisa 94 kasus karena pada hari yang sama terdapat 10 pasien yang dinyatakan sembuh atau selesai isolasi.

BACA JUGA: Tak Ada Zona Merah di Batam

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehata Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes Dalduk KB) Kota Tanjungpinang, Sri Handono Suparmadi menjelaskan berdasarkan assessment Pemprov Kepri dan penilaian pusat saat ini Tanjungpinang sudah berada di zona kuning.

“Alhamdulillah sudah masuk zona kuning, provinsi memiliki assessment dalam penilaian tiap kabupaten kota. Berdasarkan penilaian pusat juga,” kata Handono, Senin (27/9).

Beberapa poin penilaian yang mendorong perubahan warna zona yaitu penurunan angka bed occupancy ratio (BOR) 9,92 persen, positivity rate 2,21 persen. Meski demikian saat ini masih terdapat penambahan kasus setiap harinya yang berasal dari klaster keluarga.\ “Oleh sebab itu kita mengoptimalkan isolasi terpadu di Lohas untuk memutus mata rantai penularan dengan keluarga,” ujarnya.

Handono menilai karantina terpadu jauh lebih efektif dalam menekan penularan, pasien bisa dipantau dengan intensif sampai dinyatakan sembuh, sementara pasien isolasi mandiri (Isoman) lebih sulit dipantau secara intensif. “Apalagi ada keluarga di dalam, itu lebih sulit,” ujarnya.

Sementara itu, lanjut Handono pelacakan 15 orang setiap satu kasus positif masih belum tercapai, sehingga menjadi tugas yang harus diupayakan, bahkan pihaknya menggandeng petugas RT, RW, kelurahan, bintara pembina desa (babinsa) dan Bhayangkara Pembina keamanan dan ketertiban masyarakat (bhabinkamtibmas).

“Saat melaksanakan tracing memang ada beberapa kendala, misalnya ketidakjujuran warga saat diwawancara ketika pelacakan kontak erat,” terangnya. (*)

Reporter : Peri Irawan
editor: tunggul