Properti

Yuk Bertanam ala Kokedama, Bentuk Unik Jadi Daya Tarik

CANTIK: Beberapa tanaman yang ditanam dengan teknik kokedama. Pilih tanaman dengan akar kuat agar tak mudah mati. f. FITRI YANI FOR JAWA POS

batampos.id – Segala sesuatu berbau Jepang selalu menarik diikuti. Tak terkecuali, seni merangkai tanaman hias yang disebut kokedama. Berbeda dengan kegiatan menanam pada umumnya, dengan teknik kokedama, pot tidak lagi diperlukan. Peran pot tersebut digantikan oleh sphagnum moss atau lumut.

Sesuai dengan namanya. Dalam bahasa Jepang, koke artinya bola dan dama berarti lumut. Tanaman yang ditanam dengan teknik tersebut seolah memiliki akar berbentuk bulat seperti bola. Namun, karena di Indonesia bahan itu relatif sulit didapatkan, pencinta tanaman hias biasanya menggantinya dengan serabut kelapa.

Misalnya, yang dilakukan owner Biocraft.official Fitri Yani. ”Kokedama memiliki bentuk yang unik. Sehingga, jadi daya tarik sendiri dibanding teknik menanam pada umumnya,” ujarnya.

Harga tanaman kokedama pun cenderung dipatok lebih mahal dibanding tanaman hias dengan media pot. Biocraft.official mematok harga mulai Rp 40 ribu per tanaman. Bergantung jenis dan ukuran tanaman. Semakin besar ukuran tanaman, semakin mahal. Karena makin butuh keterampilan dan effort lebih.

Fitri memulai usaha tersebut secara tidak sengaja. Awalnya dia mengikuti workshop kokedama pada suatu acara, kemudian hasilnya iseng di-posting di sosial media. Siapa sangka, banyak yang merespons positif. Banyak pesanan yang akhirnya masuk. Berbekal ilmu yang telah diperoleh dan ditambah basic kuliah di jurusan Agroekoteknologi, usaha Fitri kian dimudahkan. Hingga usaha kokedema-nya pun makin berkembang.

Nah, meski butuh keterampilan khusus, teknik menghias tanaman tersebut bisa dipelajari. Semua orang pun bisa menerapkannya di rumah. Secara singkat, Fitri menjelaskan cara pembuatannya. Pertama, siapkan tanaman hiasnya. Pilih yang cukup dewasa dengan perakaran kuat. Itu bisa dilihat dari banyaknya akar.

Syarat tersebut wajib dipenuhi. Bila tidak, kemungkinan kokedama gagal sangat tinggi. ”Karena kalau masih bentuk bibit mudah stres untuk dibuat kokedama,” katanya. Efeknya, tanaman mudah layu hingga mati.

Kemudian, media tanam. Gunakan campuran tanah, sekam bakar, dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1. Campur seluruhnya dengan air secara perlahan sampai lembap dan bisa dibentuk.

Kemudian, lapisi akar tanaman dengan media tanam tersebut. Bentuk jadi bulat. Lalu, lapisi dengan serabut kelapa. Agar lebih kencang, gunakan benang untuk memastikan media tanam tidak akan terlepas. ”Tanaman yang sulit dibuat kokedama itu kaktus karena ada durinya,” ungkap perempuan yang menggeluti usaha kokedema sejak 2019 tersebut.

Alasannya, selain rawan tertusuk duri, tanaman sukulen itu memiliki akar kecil. Sehingga, perlu ekstrahati-hati agar akar bisa menempel ke media tanam. ”Ada beberapa jenis sukulen yang daunnya mudah rontok jika disenggol. Jadi, buatnya harus pelan-pelan dan hati-hati,” sambungnya.

BACA JUGA: Harus Tega Potong Cabang yang Dominan Mengombinasikan Tanaman Buah

Menurut Fitri, tanaman kokedama tersebut memiliki pertumbuhan yang lebih lambat dibanding tanaman pot. Tak perlu khawatir, tanaman kokedama bisa tumbuh subur selama dirawat dengan baik. Selain itu, pertumbuhan yang lebih lambat tersebut bisa jadi poin plus. Sebab, membuat masa pajang kokedama bisa lebih lama.
Tanaman hias yang sudah dirangkai dengan metode kokedama tetap butuh disiram. Tapi, harus ekstra hati-hati. Berikut tipsnya: 1) Sediakan baskom berisi air.

2) Kemudian, celupkan ”bola lumut” tanaman ke dalam baskom. 3) Tak perlu terlalu lama, cukup 1 menit sampai air meresap. 4) Lalu, tiriskan. Setelahnya, bisa dikembalikan ke lokasi semula. 5) Penyiraman ini tidak perlu terlalu sering. Cukup 3-4 hari sekali. (*)

Reporter: JPG Group
Editor: Suprizal Tanjung