headline

Gubernur Ansar: Jembatan Batam-Bintan Angkat Potensi Kepri

Desain Jembatan Batam-Bintan.(Humas Pemprov Kepri untuk Batam Pos)

batampos.id – Jembatan Batam-Bintan akan menjadi katalisator dan mesin pertumbuhan baru bagi Kepulauan Riau (Kepri). Selain menghubungkan Pulau Batam dan Bintan, juga akan mengangkat potensi ekonomi. Peletakan batu pertama direncanakan pada April 2022 dan selesai September 2024. Ini dikatakan Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, dalam wawancara dengan Desi Anwar pada acara Insight CNN Indonesia, Minggu (26/9).

“Jembatan Batam-Bintan sudah digagas sejak lama. Jembatan Batam-Bintan sangat diperlukan Kepri dan akan menjadi jembatan terpanjang di Indonesia,” kata Ansar.

Manfaat jembatan Batam-Bintan, kata Ansar, sangat banyak dan memiliki spektrum yang luas. Wilayah Kepri 96 persen lautan. Di Pulau Batam dan Bintan, ada lima lembaga pemerintahan, seperti Pemko Batam, BP Batam, Pemko Tanjungpinang, Pemkab Bintan, dan Pemprov Kepri.

Gubernur Kepri, Ansar Ahmad. (Humas Pemprov Kepri untuk Batam Pos)

Menurut Ansar, potensi ekonomi Kepulauan Riau akan terangkat dengan adanya jembatan ini. Selain akses antarpulau, memudahkan investor asing, meningkatkan length of stay wisatawan asing karena datang ke Batam bisa ke Bintan atau sebaliknya atau cross area.

“Kunjungan wisatawan asing ke Kepri nomor dua setelah Bali. Sebanyak 90 persen ke Batam dan Bintan. Padahal, jarak dari Bintan ke Tanjungpinang hanya 40 kilometer. Kami ingin Tanjungpinang menjadi the real ibukota Kepri,” papar Ansar.

Selain itu, dengan adanya jembatan Batam-Bintan, bisa menjadi sarana interkoneksi listrik yang selama ini melalui kabel bawah laut. Pulau Bintan juga memiliki Dam Busung yang bisa menyuplai kebutuhan air bersih untuk Batam dan Bintan puluhan tahun ke depan.

“Selama ini, kebutuhan gas di Bintan disuplai dari Batam yang terpaksa diangkut kapal roro naik truk. Pulau Bintan juga memproduksi 80-100 ton sayur dan buah dan sebanyak 60 persen dipasarkan di Batam. Jadi, banyak sekali multiplayer efek jembatan Batam-Bintan secara ekonomi,” tuturnya.

Sementara itu, terkait pandemi Covid-19, Ansar mengatakan, strategi Kepri menghadapi pandemi ini dengan melibatkan semua pihak, termasuk Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, serta semua kepala daerah di Kepri.

“Angka positif yang terkonfirmasi Covid-19 terus menurun. Ini karena masyarakat Kepri mematuhi protokol kesehatan, kegiatan vaksinasi yang menjangkau sampai ke pulau-pulau,” ungkapnya.

Selain itu, mengntisipasi varian baru Covid-19 dengan cara menjaga ketat pintu masuk pelabuhan. Warga asing yang masuk wajib karantina delapan hari, atau diisolasi di RSKI Galang. Sejak awal menjadi gubernur, Ansar melakukan identifikasi penyebaran Covid-19 melalui Tim Gugus Tugas Covid-19.

Ansar mengatakan, dampak pandemi Covid-19 terhadap Kepri, sangat berat. Pada triwulan dua tahun 2020, pertumbuhan ekonomi Kepri terkontraksi 6,66 persen. Namun, pada triwulan empat, minus 3,8 pesen. Tahun 2021, ekonomi Kepri mulai menggeliat dan triwulan dua 2021 tumbuh di atas 6 persen.

Dikatakan Ansar, ekonomi Kepri bangkit karena kinerja neraca keuangan ekspor impor migas. Belanja pemerintah masih tinggi dan melaksanakan program padat karya tunai berupa stimulus untuk 1.500 UMKM dengan pinjaman modal Rp 20 juta dan bunganya dijamin pemerintah daerah.

Selama pandemi, kegiatan ekspor bauksit dari KEK Galang Batang terus berjalan. Begitu juga industri yang potensial seperti produk kesehatan, industri manufaktur, pertambangan pasir kuarsa, dan migas.

Sementara itu, dikutip dari laman Dewan Nasional Kawasan (KEK) Republik Indonesia, di Kepri ada tiga kawasan ekonomi khusus (KEK), yakni KEK Batam Aero Technic yang bergerak di bidang industri Maintanance, Repair Overhaul (MRO) pesawat terbang. Harap dicatat, ini yang pertama di Indonesia.

Lalu, KEK Nongsa yang bergerak di bidang industri digital dan pariwisata. Selain menarik investor asing, Nongsa Digital Park bakal menjadi digital hub Indonesia dan Singapura serta industri startup yang tumbuh makin pesat.

KEK Galang Batang di Pulau Bintan yang mulai beroperasi sejak 2018 lalu, adalah sentra industri pengolahan mineral hasil tambang (bauksit) dan produk turunannya baik dari refinery maupun dari proses smelter.

Jembatan Batam-Bintan akan mempermudah rencana mengembangkan KEK Tanjungsauh, sebagai KEK keempat di Kepulauan Riau. “Hanya Provinsi Kepri di Indonesia yang memiliki tiga Kawasan Ekonomi Khusus,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto.

Mekipun masa jabatan Ansar Ahmad terbilang singkat, hanya 3,8 tahun, Gubernur Kepri ini berupaya agar Kepri lebih maju dan sejahtera. Cita-citanya, di akhir masa jabatannya pertumbuhan ekonomi 7-8 persen. “Kita adalah pelayan masyarakat, bukan minta dilayani masyarakat,” katanya. (*)

Laporan: SOCRATES
Editor: MOHAMMAD TAHANG