Karimun

Jatah Minyak Susbsidi Habis, Harga Tiket Feri Terancam Naik

Akibat harga BBM, harga tiket feri dari Karimun bakal naik

batampos.id – Untuk memberikan kemudahan dengan harga yang terjangkau terhadap masyarakat yang menggunakan moda transportasi laut untuk bepergian dari suatu kabupaten/ kota, perusahaan yang menyediakan kapal feri penumpang dapat menggunakan BBM solar subsisdi. Namun, saat ini persediaan BBM solar subsidi sudah habis dan harus menguisi dengan BBM non subsidi. Hal ini bisa menimbulkan dampak naiknya harga tiket.

BACA JUGA: Usai Direnovasi, Lima Operator Kapal Gunakan Loket Penjualan Tiket di Pelabuhan Penumpang Karimun

”Minyak jenis subsidi yang biasa digunakan untuk keperluian keberangkatan kapal-kapal feri penumpang dari dan ke Tanjungbalai Karimun, Batam, Kepulauan Riau dan daerah lain ke Provinsi Riau sudah habis dan belum disambung lagi. Tentunya, kalau kapal peumpang menggunakan minyak non subsidi, maka sudah tentu tidak bisa beroperasi. Saat ini, sedang diusulkan kembali agar kapal-kapal feri bisa mendapatkan BBM solar subsidi,” ujar Ketua INSA Kabupaten Karimun, Bustami Datuak Rajo Marah, Selasa (28/9).

Usulan untuk kembali mendapatkan BBM solar sibsidi, katanya, diusulkan ke Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) di Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. Semoga, usulan ini bisa segera disetujui,sehingga tidak perlu ada kenaikan harga tiket. Dan, mengenai harga tiket naik atau tidak ini be;um ada kepastian. Semuanya masih melihat situasi dan kondisi.

Sementara itu, salah seorang pengurus kapal feri penumpang tujuan dari dan ke Karimun-Batam yang tidak mau namanya disebutkan mengaku bahwa, hari ini (Selasa, red) kapalnya terakhir menggunakan BBM solar subsidi. ”Untuk besok, sudah mulai menggunakan BBM non subsidi. Kalau pun ada kenaikan harga tiket, kemungkinan tidak terlalu banyak dan juga belum pasti. Karena, kita juga mengerti kondisi masyarakat saat ini. Selain itu, jika harga tiket naik, maka kita jelaskan dulu ke calon penumpang. Sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” paparnya. (*)

Reporter: Sandi
editor: tunggul