Metropolis

Sambut Kedatangan Jokowi, Warga Tembesi Minta Pemukiman Mereka Jangan Digusur

Warga berkumpung di pinggi jalan raya menunggu kedatangan Jokowi

batampos.id– Ratusan warga Tembesi RW 03, kelurahan Tembesi, Kecamatan Sagulung berkumpul di pinggir jalan simpang Barelang sejak pagi Selasa (28/9). Mereka menanti kedatangan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang rencananya akan melakukan penanaman mangrove di pulau Setokok, kecamatan Bulang.

BACA JUGA: Presiden Jokowi Tanam Mangrove di Setokok

Mereka berjejer dengan tertib dengan pengawasan Polri dan TNI. Warga tampak semangat menantikan orang nomor satu di RI ini. Dalam kesempatan yang sama kelompok warga ini juga ingin menyampaikan unek-unek mereka. Mereka ingin kepastian terkait tempat tinggal mereka yang sekarang. Warga RW 01 kelurahan Tembesi ini mengaku masuk dalam ruang lingkup kawasan kampung Tua namun, belakangan mereka merasa tak nyaman sebab, ada informasi rencana penertiban rumah mereka untuk proyek penataan tata ruang simpang Barelang selanjutnya.

“Itulah, kami merasa tidak tenang. Katanya masih ada penggusuran lanjutan nantinya untuk penataan tata ruang. Kami mohon kepada pak Jokowi untuk perhatikan masalah ini. Sebelumnya sudah ada SK Wali kota Batam tahun 2014 bahwa ini masuk kampung tua, tapi kok sekarang mau diganggu lagi. Mohon kejelasannya biar pak Jokowi tau,” ujar Rina, seorang warga.

Anggiat Sinaga, sesepuh warga RW 01 Tembesi yang rumah-rumah berada persis di pinggir jalan simpang Barelang juga menyampaikan hal yang sama. Mereka mendukung penuh program kerja pemerintahan Jokowi namun besar harapan mereka agar Jokowi memperhatikan persoalan tempat tinggal mereka. Mereka berharap agar Jokowi bisa mengeluarkan sertifikat pemukiman mereka yang diklaim sebagai wilayah kampung Tua tadi.

“Ini bukan aksi demo-demoan menantang pak Jokowi. Kami sambut pak Jokowi dengan senang hati. Ibu-ibu ini ingin lihat presidennya. Kebetulan juga ada persoalan di tempat tinggal kami ini makanya sekalian kami mau sampaikan ke pak Jokowi,” ujar Anggiat. (*)

 

REPORTER : EUSEBIUS SARA
editor: tunggul