Bintan-Pinang

Tendi Fauzan Bahri, Korban Laka Laut di Batam Ditemukan jadi Mayat di Perairan Tanjungtalok, Bintan 

Petugas mengevakuasi jenazah laki-laki yang ditemukan di perairan Tanjungtalok, Bintan, Selasa (28/9) sekira pukul 10.15 WIB. F.Satpolair Polres Bintan

batampos.id – Polisi akhirnya mengidentifikasi mayat laki-laki yang ditemukan di perairan Tanjungtalok, Bintan, Selasa (28/9) sekira pukul 10.15 WIB. Diketahui, mayat tersebut bernama Tendi Fauzan Bahri, 20, seorang warga Batu Besar, Nongsa, Batam.

BACA JUGA: Mayat Laki-laki yang Ditemukan di Perairan Tanjungtalok, Bintan Dikabarkan Warga Batam

Kasatpolair Polres Bintan, AKP Suardi mengatakan, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak termasuk jajaran Satpolair Polda Kepri terkait penemuan mayat laki-laki belakangan diketahui bernama Tendi Fauzan Bahri.

Dia mengatakan, mayat laki-laki tersebut adalah korban laka laut di Nongsa, Batam pada Sabtu (25/9) malam. “Jadi, mayat yang ditemukan di perairan Tanjungtalok merupakan korban laka laut tabrakan kapal saat mancing di perairan Nongsa, Batam,” katanya.

Untuk selanjutnya, dia mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Satpolair Polresta Barelang. “Jenazah korban sekarang di rumah sakit. Kita tunggu keluarga korban datang didampingi anggota dari Polair Barelang menjemput jenazahnya,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, seorang nelayan yang sedang memancing melihat sesosok mayat dikelilingi sampah laut. Kemudian, seorang nelayan tersebut memanggil nelayan lainnya.

“Jadi dia (nelayan tersebut) meminta bantuan temannya, kemudian mayat diikat di sampahnnya,” kata seorang warga. Lalu, mereka menghubungi anggota Satpolair Bintan. “Jadi, kita jemput dengan speedboat, kita evakuasi mayatnya bawa ke pelabuhan speed Tanjunguban,” kata seorang anggota enggan disebut namanya.

Pantauan di lokasi, mayat yang ditemukan berjenis kelamin laki-laki dengan ciri-ciri memakai sweter hitam, kaos abu-abu dengan di tengahnya bertuliskan adidas, lalu celana hitam panjang. (*)

 

Reporter: SLAMET NOFASUSANTO
editor: tunggul