Covid-19

Vaksin Warga hingga Tingkat Kelurahan

Desakan dari Ombudsman Kepri ke Pemko Batam

Staf dan karyawan perusahaan yang berada di gedung perkantoran Graha Pena Batam, menerima vaksinasi pertama jenis Sinovac, di Batam Centre (Selasa (29/6). (Immanuel Sebayang/Batam Pos)

batampos.id – Ombudsman Perwakilan Kepri mendesak agar Pemerintah Kota (Pemko) Batam segera melacak masyarakat yang belum menjalani vaksinasi, hingga ke tingkat kelurahan.

Menurut Kepala Ombudsman Perwakilan, Lagat Siadari, cakupan vaksinasi di Kepri sudah sangat baik, sehingga membuat penurunan yang cukup signifikan terhadap jumlah kasus Covid-19, khususnya di Batam.

“Apa semua sudah menjalani vaksinasi. Bagaimana yang fobia atau tidak mau vaksin karena soal keyakinan, apa mereka sudah diberikan edukasi. Maka dari itu, perlu dilakukan upaya jemput bola, misalnya seperti perbanyak hotspot vaksinasi, tapi jikapun itu dilakukan, apa sudah sasar hingga ke tingkat kelurahan,” jelasnya.

Ia menyayangkan kebijakan Pemko Batam yang memberlakukan syarat harus sudah menjalani vaksinasi dua kali, sebelum masuk ke tempat publik, seperti mall.

“Jadi seperti diskriminasi namanya. Hal-hal seperti itu tidak bisa dijadikan semacam kewajiban. Makanya, tuntaskan dulu vaksinasi, karena orang belum vaksin itu belum tentu karena takut, bisa saja karena ada tidak ada waktu, atau kehabisan vaksin,” jelasnya.

Jika sudah diedukasi, tetap tidak mau menjalankan, maka syarat tersebut bisa diberlakukan. “Kalau tidak, namanya diskriminasi dan tidak adil,” ujarnya.

Ia meminta Pemko Batam jangan abai terhadap momen positif saat ini. Lagat mengakui bahwa turunnya angka positif Covid-19 memang tidak lepas dari peranan vaksinasi yang sudah mendekati angka 80 persen dan juga kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

“Keberhasilan vaksinasi dan PPKM itu yang menjadi tolak ukurannya. Tapi meski tren saat ini positif, tetap tidak boleh abai. Penerapan protokol kesehatan (protkes) harus tetap diberlakukan,” pungkasnya. (*)

Reporter : RIFKI SETIAWAN
Editor : MOHAMMAD TAHANG