Metropolis

4 Bulan, 5 Kasus Pencabulan

 

batampos.id – Kasus pencabulan anak di bawah umur kembali marak terjadi di Batam. Dalam empat bulan belakangan ini, polisi mengungkap lima kasus pencabulan dengan pelaku yang didominasi orang terdekat korban.

Kasus terbaru, seorang oknum pejabat Pertamina diduga mencabuli A, bocah berusia 12 tahun. Pria berinisial TNM itu diamankan Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Barelang setelah ibu korban melaporkan hal ini ke polisi karena A kini hamil berusia 5 bulan.

ilustrasi Cabul

Kasus pencabulan lain yakni Polsek Batam Kota menangkap pria berinisial MG pada Jumat (24/9/2021) siang. Pria 38 tahun ini nekat mencabuli keponakannya yang berusia 15 tahun. Aksi bejat pelaku terkuak saat korban menceritakan kepada orangtuanya.

”Pelaku sudah kita amankan,” ujar Kanit Reskrim Polsek Batam Kota, Ipda Yustinus Halawa, kemarin.

Dari pengakuan pelaku, pencabulan itu dilakukannya di pos siskamling di perumahan. Akibatnya, korban mengalami robek pada alat vitalnya.

Sebelumnya, polisi juga menangkap JY, Kamis (5/8) siang. Pria 21 tahun ini diamankan usai melakukan pencabulan terhadap sepupunya, B, 15 tahun. Aksi bejat JY terungkap setelah dipergoki adik korban.

Saat itu, pria yang bekerja di salah satu perusahaan di kawasan Mukakuning ini, menyetubuhi anak perempuan yang duduk di bangku SMA di rumah korban di wilayah Batuaji.

”Untuk kasus-kasus ini, sebagian sudah selesai pemeriksaan. Bahkan sudah ada yang masuk ke persidangan,” kata Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Reza Morandy Tarigan.

Kemudian kasus lainnya, Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Barelang mengamankan R, warga Tanjunguncang, Senin (31/5) malam. Pria 16 tahun ini dilaporkan karena mencabuli P, 17 tahun.

Beberapa waktu sebelumnya, Psikolog Anak dari RS Awal Bros Batam, Mariyana, mengatakan, tingginya kasus pencabulan pada anak dinilai cukup memprihatinkan. Banyak faktor yang menjadi penyebabnya, antara lain pergaulan anak maupun lemahnya pengawasan orangtua.

”Karena itu, orangtua semestinya terus mendampingi dan memberikan pengarahan, mana batasan-batasan yang boleh dan tidak boleh dilakukan seorang anak. Selain itu, anak juga diajari agar lebih waspada dalam pergaulannya,” katanya.

Beli Obat Penggugur Kandungan secara Online

TNM, oknum pejabat Pertamina yang mencabuli anak di bawah umur, sempat berupaya menggugurkan kandungan korban. Pria 44 tahun tersebut membeli obat untuk menggugurkan kandungan tersebut melalui toko daring atau online shop.

”Sempat digugurkan, pelaku yang membeli obatnya dan diserahkan ke korban,” ujar Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Reza Morandy Tarigan, Selasa (28/9) sore.

TNM diketahui menjabat sebagai Manager Port Pertamina Sambu. Ia menjalani hubungan asmara dengan korban yang duduk di bangku kelas 1 SMP tersebut sejak bulan Februari lalu.

”Keduanya berkenalan saat korban mengikuti kegiatan fashion show di salah satu mal. Kandungan korban sendiri saat diperiksa sudah 5 bulan,” kata Reza.

Dari pengakuan pelaku, pencabulan tersebut sudah dilakukan berulang kali. Lokasinya, di beberapa hotel hingga mobil milik pelaku.

”Pelaku memberikan sejumlah uang kepada korban. Dari pengakuan pelaku, hal itu dilakukan atas dasar suka sama suka,” ungkapnya.

Reza mengaku, pihaknya juga masih melakukan pemeriksaan terhadap pelaku. Sebab, di dalam ponsel pelaku terdapat banyak foto anak di bawah umur.

”Sampai saat ini hanya satu korban. Dan tidak ada laporan korban lainnya,” tutupnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pencabulan yang dilakukan pelaku terkuak dari kecurigaan ibu korban pada Kamis (23/8) pagi. Saat itu, ibu korban melihat perut korban yang membesar.

 

Cabuli Pacar hingga Hamil, DN Terancam 10 Tahun

DN, remaja yang baru saja menamatkan bangku sekolah menengah atas, terancam pidana 10 tahun penjara. Hal itu dikarenakan DN kerap mencabuli MT, pacarnya yang masih berusia 14 tahun. Bahkan, saat ini MT yang masih duduk di bangku SMP tengah berbadan dua alias hamil.

Kemarin, DN menjalani sidang yang berlangsung virtual dan dipimpin majelis hakim Pengadilan Negeri Batam. Agenda sidang yang berlangsung tertutup itu dengan agenda mendengar keterangan terdakwa.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Yan Elhas mengatakan bahwa terdakwa mengakui perbuatannya. Antara terdakwa dan korban kenal melalui media sosial. Beberapa bulan pacaran, DN nekat membujuk MT untuk melakukan persetubuhan. Awalnya, korban menolak, namun karena janji dan bujuk rayu terdakwa, korban pun luluh. Perbuataan terdakwa kepada MT, diketahui orangtua MT dan melaporkannya ke polisi.

”Jadi, antara terdakwa dan korban ini berpacaran. Terdakwa membujuk korban untuk disetubuhi. Usia korban masih 14 tahun,” terang JPU Yan.

Karena perbuataan terdakwa, saat ini korban tengah berbadan dua. Saat proses persidangan, terdakwa mengaku bersalah dan berjanji menikahi korban.

”Mereka memang sudah damai, terdakwa mau menikahi korban yang tengah hamil,” imbuh Yan.

Meski sudah ada perdamaian antara keluarga korban dan terdakwa, tidak menggugurkan unsur pidana terhadap terdakwa. Perdamaian tersebut nantinya akan jadi pertimbangan yang mungkin akan meringankan tuntutan terdakwa.

”Proses hukum tetap lanjut. Dua minggu ke depan direncanakan pembacaan tuntutan,” tegas Yan.

Perbuataan DN sebagaimana diatur dalam pasal 81 ayat 2 UU Perlindungan Anak Tahun 2002, yang mana memaksa, membujuk serta melakukan persetubuhan terhadap anak dengan ancaman pidana 10 tahun. (*)

 

 

Reporter : YOFI YUHENDRI, YASHINTA
Editor : RATNA IRTATIK