headline

FTZ Bintan dan Karimun Akan Menyeluruh

Jokowi Respon Permintaan Gubernur Kepri

PRESIDEN RI Joko Widodo didampingi Gubernur Kepri Ansar Ahmad dan sejumlah petinggi TNI/Polri berbincang dengan para awak media usai melakukan penanaman mangrove di Setokok Batam, Selasa (28/9). (DALIL HARAHAP/BATAM POS)

batampso.id – Kunjungan kerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Kepri, tak disia-siakan Pemprov Kepri. Sebelum bertolak kembali ke Jakarta, Gubernur Kepri Ansar Ahmad meminta ke presiden agar status FTZ Bintan dan Karimun dibuat menyeluruh seperti di Batam.

Permintaan itu langsung direspon Jokowi dengan mengatakan akan mempertimbangkan permintaan Ansar itu. Juga beberapa permintaan pembangunan infrastruktur lainnya. Baik di ibukota Provinsi Tanjungpinang, Kota Batam, maupun kabupaten/kota lainnya di Kepri.

“Alhamdulillah, berbagai rencana pembangunan yang kami buat sudah kami sampaikan ke Bapak Presiden. Responnya positif dan presiden juga banyak memberi arahan untuk kemajuan Kepri,” ujar Ansar, usai mengantar kepulangan presiden di VIP Hang Nadim, Selasa (28/9).

Ansar juga mengajak presiden, jika ada waktu luang untuk berkunjung langsung ke Karimun, guna melihat langsung potensi yang bisa dikembangkan di Karimun.

Ansar menyampaikan, Karimun memiliki potensi yang tak kalah dengan Batam. Yakni, sebagai tujuan investasi. Letaknya juga sangat strategis, dekat dengan Singapura dan Malaysia.

Presiden menyambut baik ajakan Ansar dan akan menjadwalkan kunjungan ke Karimun di lain waktu.

Tak hanya itu, Ansar juga sempat menyampaikan progres pembangunan jembatan Batam-Bintan kepada Presiden. Ansar berharap, Jembatan tersebut mendapat dukungan besar dari pemerintah pusat karena sangat dinanti masyarakat Kepri.

Jokowi sendiri merespon baik. Apalagi mewujudkan Jembatan Batam-Bintan merupakan salah satu janji Jokowi saat kampanye di Batam pada pilpres lalu.

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo menanam pohon mangrov di pantai Setokok, Bulang, Selasa (28/9). Jokowi menanam mangrov bersama ratusan masyarakat sekitar. (Dalil Harahap/Batam Pos)

Soal penanganan Covid-19, Jokowi memuji capaian Kepri dalam mengendalikan penyebaran Covid-19. Juga capaian vaksinasi yang jauh di atas rata-rata nasional. Namun, Jokowi mengingatkan agar jangan lengah, sebab Covid belum usai.

“Waspada terhadap tiga varian baru yang sedang mengintai. Terutama di pintu-pintu masuk pekerja migran Indonesia (PMI). Itu penekanan dari Bapak Presiden,” ungkap Ansar.

Seperti diketahui, Jokowi dan rombongan tiba di Batam sekitar pukul 14.37 WIB menggunakan pesawat kepresidenan. Sebelum ke Batam, Jokowi juga melakukan kunjungan ke Bengkalis, Riau.

Presiden dan rombongan disambut Gubernur Kepri Ansar Ahmad, Pangkogabwilhan 1 Laksdya TNI Muhammad Ali, Pangdam Bukit Barisan Mayjen TNI Hassanudin, Kapolda Kepri Irjen Pol Aris Budiman, dan Danrem 033/WP Brigjen TNI Jimmy Ramoz Manalu.

Presiden Jokowi tak sendiri, dia hadir bersama Menteri LHK Siti Nurbaya dan Mensesneg Pratikno.

Dari Hang Nadim, Jokowi dan rombongan langsung menuju Pulau Setokok. Di Setokok Jokowi langsung disambut Wakil Gubernur Marlin Agustina dan Wali Kota Batam Muhammad Rudi, serta sejumlah pejabat Pemprov Kepri lainnya.

Dalam kunjungannya ke Batam, Jokowi melakukan dua kegiatan utama. Pertama, Presiden Jokowi melakukan penanaman mangrove di Pulau Setokok bersama masyarakat setempat di atas lahan seluas 15 hektare.

Meski suasana hujan, Jokowi tetap antusias menanam mangrove, meski harus berbasah-basahan karena area penanaman air lautnya setinggi paha orang dewasa.

Kegiatan kedua, Jokowi melepasliarkan dua burung elang di habitat aslinya di kawasan yang sama. Jokowi pun meminta masyarakat Setokok agar menjaga mangrove yang telah ditanam agar bisa tumbuh lebat, sehingga ekosistem di kawasan itu menjadi terjaga.

“Mari jaga alam kita ini dengan baik, agar ekosistem tetap terjaga di tengah pesatnya pembangunan di Batam. Jangan sampai kawasan peisisr kita menjadi rusak,” ujar Jokowi kepada masyarakat yang ikut menanam mangrove bersamanya.

Presiden juga menyampaikan, Indonesia saat ini memiliki hutan mangrove terluas di dunia, yakni 3,36 juta hektar atau kurang lebih 22 persen hutan mangrove yang ada di dunia. Itu artinya, Indonesia memiliki kekuatan dalam potensi hutan mangrove.

“Teruslah memelihara, merawat, merehabilitasi yang rusak sehingga betul-betul hutan mangrove kita terjaga, karena hutan mangrove ini selain memperbaiki ekosistim pesisir pantai, juga menggurang abrasi air laut,” ujar Jokowi. (*)

REPORTER : DALIL HARAHAP
EDITOR : GALIH ADI SAPUTRO