ubahlaku

Covid-19 Melandai, Pengawasan Terhadap PMI di Penampungan Semakin Diperketat

Dua Pekerja Mingran Indonesia (PMI) menjalani karantina di Rusunawa BP Batam, Tanjunguncang,
Batuaji, Rabu (8/9). F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.id– Melandainya penyebaran Covid-19 menjadi kabar baik bagi semua pihak. Seluruh lapisan masyarakat diharapkan tetap waspada dan tetap setia dengan penerapan aturan protokol kesehatan. Demikian juga dengan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 masih memberikan perhatian yang serius dengan persoalan wabah ini. Gugus Tugas tetap memaksimal penanganan dan pengawasan agar tak lagi meluas kedepannya.

BACA JUGA: Waspada, Covid-19 Belum Berakhir

Lokasi rusunawa yang menjadi tempat karantina Pekerja Migran Indonesia (PMI) misalkan.  Pengawasan PMI yang ditampung di sana diperketat dengan tujuan agar tak ada lagi wabah dari luar yang masuk ke Tanah Air. Selain harus melakukan dua kali swab, aktivitas PMI di lokasi karantina diawasi dengan serius agar tidak dulu keluar dari lokasi karantina sebelum hasil swab menyatakan negatif.

“Masih banyak (PMI yang baru tiba dari luar negeri), sepekan ini tetap bertahan di angka 600 san orang. Hari ini masih ada 691 orang. Yang positif ada 15 orang itu baru dari hasil swab pertama,” ujar dr Anggitha, petugas medis yang menangani kesehatan para PMI di Rusunawa, Rabu (29/9).

PMI yang terkonformasi positif ini sudah dievakuasi ke rumah sakit khusus infeksi (RSKI) Galang untuk penanganan lebih lanjut. Meskipun secara presentase angka penularan Covid-19 ke PMI masih dibawa satu persen namun, Gugus Tugas Penanganan Covid-19 tetap memaksimalkan pengawasan dan penanganan agar wabah ini segera berakhir.

Selain di lokasi Karantina, Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) juga memprioritaskan pemeriksaan sampel swab PMI demi memastikan tak ada varian terbaru masuk ke tanah air. Sampel PMI diperiksa secara teliti dan bahkan untuk terkonformasi positif juga dikirim ke Litbangkes untuk pengecekan lebih lanjut apakah non varian atau varian terbaru. (*)

REPORTER : EUSEBIUS SARA
editor: tunggul