Nasional

Kolaborasi Bantu Penyandang Disabilitas

Puluhan Calon Penerima Bantuan Alat Bantu Dengar Diidentifikasi

Toto audiometris dari eartec Jakarta saat mengecek pendengaran Agus Subiantoro salah satu penyandang disabilitas tuna rungu yang menerima bantuan alat dengar di SLB Negeri Batamcentre, Rabu (29/9). (Iman Wachyudi/Batam Pos)

batampos.id – Independen Pekerja Sosial Profesional Indonesia (IPSPI) Provinsi Kepri bersama Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Kepri, Kementerian Sosial, Aksi Cepat Tanggap (ACT), Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Batam dan Balai Besar Rehabilitasi Vokasional Penyandang Disabilitas (BBRVPD) Kementerian Sosial RI, berkolaborasi memberikan bantuan alat bantu dengar bagi penyandang disabilitas.

Ketua DPD IPSPI Provinsi Kepri, Endang Suhara, mengatakan, sebelum pemberian bantuan, pihaknya bersama dengan seluruh pihak terkait yang berkolaborasi melaksanakan identifikasi yang dinamakan asistensi sosial di Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Batam, di Batam Centre, Rabu (29/9). Asistensi sosial tersebut dilakukan kepada penyandang disabilitas calon penerima bantuan.

”Contoh tuna rungu akan diberikan bantuan alat bantu dengar. Namun, alat bantu dengar itu, setiap orang berbeda kadar pendengarannya atau tingkat ketuliannya. Sehingga perlu dicek oleh ahli THT yang kami hadirkan, agar bantuan alat itu sesuai dengan kondisinya,” ujar Endang.

Pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris Dinsos Provinsi Kepri ini, melanjutkan, dengan identifikasi diharapkan bantuan alat pendengaran itu tepat sasaran. Tidak hanya itu, kepada penyandang disabilitas juga diberikan layanan asesmen atau penelitian dari segi aspek sosial yang didatangkan dari Kementerian Sosial.

”Dari aspek sosial itu seumpamanya, bagaimana pola komunikasi dia di rumah dengan orangtuanya. Tadinya dia komunikasi pakai kode, kemudian sekarang sudah bisa mendengar. Dipersiapkan dulu mental spiritualnya, mental sosialnya. Kita harapkan memang pendampingan sosial ini perlu,” katanya.

Jumlah calon penerima, kata Endang, ada 70 orang yang sudah terdata melalui SLBN Batam. Selanjutnya, 70 orang tersebut diidentifikasi dan kemudian dibuat rekomendasi.
”Nama A alat bantu dengarnya jenis ini, kemudian nama si B alat bantunya begini,” tuturnya. (*)

Reporter : EGGI IDRIANSYAH
Editor : GALIH ADI SAPUTRO