Nasional

RSBP Sukses Angkat Tumor Dasar Tengkorak Bocah 6 Tahun

Tim dokter RSBP Batam yang dipimpin dr Gumar Jaya Saleh, SpBS (K), melakukan operasi pengangkatan tumor Craniopharyngioma dari kepala Muhammad Kenzo di RSBP Batam, Sekupang, akhir Agustus lalu. (Humas RSBP Batam untuk Batam Pos)

batampos.id – Muhammad Kenzo akhirnya bisa bernapas lega. Bocah berusia enam tahun ini terbebas dari tumor jinak yang bersarang di dalam kepalanya, setelah menjalani operasi di Rumah Sakit Badan Pengusahaan (RSBP) Batam, awal September lalu.

”Ini tumor yang terjadi pada anak-anak. Di Kepri, kasus ini masih jarang. Gejala awal tidak terdeteksi. Tumornya tumbuh dari percabangan saraf opticus,” kata Dokter Spesialis Bedah Saraf Konsultan Endovascular RSBP Batam, dr Gumar Jaya Saleh, SpBS (K), didampingi dr Andi Nugraha S, SpBS di RSBP Batam, Rabu (29/9).

Akibat dari tumor tersebut, Kenzo sering merasakan sakit kepala. Dan lebih parah lagi, pandangannya menjadi buram hingga sampai pada kasus terburuknya, buta. ”Dalam kasus anak ini, ia buta. Datang ke kami, selain gangguan penglihatan, juga ada penurunan kesadaran, gelisah, dan ada penimbunan cairan di otak. Tumornya sendiri berada di dasar tengkorak,” ungkapnya.

Gumar memaparkan, tumor ini jinak, tetapi posisinya tidak menguntungkan. ”Di posisinya ada di percabangan saraf opticus yang berfungsi untuk penglihatan. Kemudian berdekatan juga dengan kelenjar pituitari yang menghasilkan hormon. Tumor juga dapat menekan kelenjar tersebut sehingga dapat menimbulkan gangguan hormonal dan kejang,” ungkapnya lagi.

Setelah mengetahui akar permasalahannya, tim dari RSBP Batam mencoba memasang selang untuk mengalirkan cairan dari bagian otak yang lumpuh akibat tumor tersebut.

”Dikeluarkan dulu cairannya. Saya saat itu belum berani ambil tindakan operasi, kalau alat saya tidak memadai. Alatnya akan datang tiga atau empat bulan kemudian. Awalnya kami arahkan rujuk ke tempat lain, tapi orangtuanya tidak mau,” jelasnya lagi.

Setelah itu, alatnya datang. Salah satunya adalah mikroskop bedah saraf yang diperlukan khusus untuk operasi tersebut. Setelah itu, tak lama kemudian, pihaknya menggelar operasi kepada Kenzo.

”Kami buka dari samping kepalanya. Kalau dari depan terlalu jauh. Dari celah di sisi kami ambil. Buka tulangnya, karena akses masuk dari sini. Dapat celah sedikit, mikroskop bisa masuk untuk melihat situasi di dalam,” terangnya.

”Begitu ketemu, yang kami lakukan berikutnya yakni melindungi jaringan sel, baru kami gunakan alat untuk ambil jaringan tumornya. Ukurannya kecil hanya satu setengah sentimeter,” terangnya.

Lebih lanjut lagi, Gumar menjelaskan, tumor tersebut bernama Craniopharyngioma. Craniopharyngioma merupakan tumor yang berkembang di dekat kelenjar pituitari, yang terletak di bagian dasar tengkorak.

Kelenjar berfungsi menghasilkan hormon yang berperan dalam mengendalikan banyak fungsi tubuh. Saat tumor ini tumbuh secara perlahan, maka tumor akan memengaruhi fungsi kelenjar pituitari, dan struktur lainnya yang ada di dekat tumbuhnya tumor tersebut.

Sampai sekarang, penyebab tumor pada anak ini belum diketahui secara pasti. Namun, Craniopharyngioma diduga tumbuh dari sekelompok sel-sel abnormal yang ditemukan di bagian otak yang disebut dengan daerah suprasellar, yaitu area yang terdapat di sekitar kelenjar pituitari.

Untuk mempermudah operasi, tim RSBP sudah dilengkapi meja operasi multifungsi yang dilengkapi “head frame”. Dengan fitur tersebut, maka bagian kepala bisa digerakkan sesuai dengan kebutuhan saat operasi.

”Pada kasus-kasus operasi yang membutuhkan posisi tengkurap akan sangat sulit karena mekanisme hemodinamik bisa terganggu. Posisi kepala saat operasi bedah saraf itu menentukan sekali. Kalau pakai tempat tidur biasa, maka susah digeser. Dengan head frame, bisa diatur ke mana-mana sesuai kebutuhan tetapi posisi tetap stabil. Head frame ini alat khusus, tidak semua rumah sakit punya,” terangnya. (*)

Reporter : RIFKI SETIAWAN
Editor : MOHAMMAD TAHANG