Covid-19

Waspada, Covid-19 Belum Berakhir

23 Pasien Baru Positif, 2 Meninggal

Konsul Singapura di Batam Lim Yihong (kanan) menyerahkan bantuan secara simbolis bantuan vaksin dari pemerintah Singapura yang diterima oleh Kasubdid I Direktorat Asia Tenggara Kementrial LUar Negeri Fithonatul Marati disakskan oleh Sekda Kota Batam Jefridin dan KasiPembiayaan dan Jaminan Kesehatan Dinkes Kepri Herianto di Pelabuhan Batuamapar, Rabu (29/9). (Cecep Mulyana/Batam Pos)

batampos.id – Gaung Batam yang akan segera turun ke level 2 atau 1 di satu sisi memberi harapan besar dan membangkitkan kembali semangat masyarakat. Namun, di sisi lain, tak sedikit yang menganggap kabar itu sebagai bentuk berakhirnya pandemi Covid-19. Padahal, Covid-19 belum berakhir, gelombang ketiga masih mengancam.

Belum berakhirnya Covid-19 bisa dilihat dari adanya penambahan kasus baru. Per 29
September, se-Provinsi Kepri terjadi penambahan 23 kasus baru. Rinciannya, tiga
orang di Batam, tujuh di Tanjungpinang, empat di Karimun, empat di Anambas, empat di
Natuna, dan satu di Lingga. Sedangkan yang meninggal ada dua orang. Satu di Kota
Tanjungpinang, dan satu lagi di Kota Batam. Sedangkan pasien sembuh bertambah 21 orang.

”Jadi, tetap waspada, jangan lengah, Covid-19 belum berakhir, tetap disiplin jalankan
protokol kesehatan,” ujar Ketua Harian Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Kepri,
Lamidi.

Di tempat terpisah, Ketua Bidang Kesehatan Tim Gugus Covid-19 Batam, dr Didi Kusmarjadi, SPoG membenarkan ada penambahan tiga kasus baru di Batam, Rabu (29/9). Juga ada penambahan satu pasien yang meninggal dunia. ”Ya, ada penambahan tiga pasien positif dan tiga pasien sembuh,” ujar Didi.

Dengan adanya penambahan kasus baru ini, maka kasus aktif di Batam saat ini berjumlah 41 orang, atau turun dua orang dibandingkan satu hari sebelumnya.

Didi menyebutkan, sampai saat ini jumlah pasien Covid-19 di Kota Batam mencapai 25.781 orang. Dimana sebanyak 24.904 orang di antaranya sembuh serta 836 orang lainnya meninggal dunia. Ketiga pasien baru tersebut pasien terkonfirmasi tanpa gejala. ”Sepanjang 24 jam terkahir juga tercatat ada penambahan satu orang meninggal,” tambahnya.

Sementara itu, pasien yang dirawat sebagian besar menjalani isolasi mandiri di rumah dengan jumlah 22 orang. Selain itu, sembilan orang dirawat di Asrama Haji Batam dan 10
orang di sejumlah rumah sakit rujukan. ”Empat orang dirawat di Rumah Sakit Awal Bros, dua orang di RSUD Embung Fatimah, dan satu orang di Graha Hermine,” sebutnya.

Dengan penambahan kasus baru ini, maka tingkat kasus aktif Covid-19 di Kota Batam
sebesar 0,159 persen. Tingkat kematian 3,243 persen serta tingkat kesembuhannya saat ini berada di angka 96,598 persen.

Didi menambahkan, Kecamatan Batam Kota masih menjadi wilayah dengan jumlah kasus terbanyak pasien dirawat yakni sebanyak 16 orang. Lalu Kecamatan Batuaji enam orang serta Kecamatan Sagulung lima orang.

Adapun usia korban meninggal paling banyak berusia 46 tahun sampai dengan 55 tahun.
Sedangkan di posisi kedua terbanyak di usia 56 tahun sampai dengan 65 tahun.

Berdasarkan data Tim Gugus Tugas Covid-19 Batam mencatat Kecamatan Batam Kota masih menjadi wilayah dengan penyumbang korban meninggal tertinggi akibat Covid-19. Tercatat sampai hari ini korban meninggal di Batam Kota sebanyak 215 orang. Selanjutnya, Kecamatan Sagulung 120 orang dan Sekupang 112 orang.

Sampai kemarin, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Batam telah memeriksa 176.772 RDT Antigen dengan hasil 16.846 negatif dan 8.316 lainnya positif.

Vaskin Warga hingga ke Perumahan

Terkait vaksinasi, Pemerintah Kota (Pemko) Batam langsung bergerak cepat
mendistribusikan 60 ribu dosis vaksin ke puskesmas yang ada di Batam. Hal ini
mengingat masa berlaku vaksin hingga Desember mendatang.

”Langsung dikirim nanti ke puskesmas. Karena kami ingin vaksin ini cepat digunakan. Saat ini capaian vaksin baru akan mendekati angka 85 persen. Jadi, bantuan ini tentu cukup membantu masyarakat yang tengah menunggu vaksin,” kata Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, Rabu (29/9).

Ia mengakui, jumlah warga yang belum divaksin tak banyak lagi. Vaksin AstraZeneca bantuan dari Singapura akan didistribusikan melalui 21 titik puskesmas di Kota Batam. ”Perangkat RT dan RW sama-sama bergerak untuk melakukan pendataan terhadap warga yang belum divaksin. Jadi nanti petugas akan buka posko vaksin di perumahan warga untuk mempermudah pelaksanaan vaksin,” ujarnya.

Untuk menghindari adanya kerumunan massa di puskesmas akan diatur waktu pelaksanaannya. Sehingga tidak berbenturan warga sekali datang dalam kurun waktu yang sama baik untuk dosis pertama dan dosis kedua.

”Misalnya jam sekian sampai sekian dosis pertama, selanjutnya dosis kedua, begitu seterusnya. Atau sebaliknya hari ini dosis pertama, besok dosis kedua. Jadi, masih ada
18 persen untuk dosis pertama. Tak banyak lagi warga yang mau divaksin,” ucapnya.

Amsakar optimistis vaksin ini akan habis sebelum masa expiration date (masa
kedaluwarsa). Pihaknya sudah merapatkan hal pendistribusian dan penyuntikan vaksin ini
dalam waktu sesingkat mungkin.”Pendataannya kita koordinasikan melalui lurah, camat, RT, dan RW. Menurut saya jumlah 60 ribu dosis ini bisa habis dalam waktu satu
minggu karena satu hari saja petugas kesehatan bisa suntik hingga 20 ribu lebih,”
tutupnya. (*)

Reporter : RENGGA YULIANDRA
YULITAVIA
Editor : MOHAMMAD TAHANG