Nasional

Istri Novel: Saya Menjemput dengan Bangga karena Tak Langgar Etik

Novel Baswedan didampingi istri Rina Emilda (Dok.JawaPos.com)

batampos.id – Keluarga para pegawai nonaktif Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turut mendampingi pada hari terakhir berstatus pegawai lembaga antirasuah. Seperti dilakukan oleh istri dari Novel Baswedan, Rina Emilda yang setia menemani suaminya, saat meninggalkan gedung Merah Putih KPK.

Rina menyampaikan, kedatangannya ke KPK bukan untuk menjemput suaminya tercinta. Dia merasa bangga kepada suaminya yang telah lama bekerja melakukan pemberantasan korupsi.

“Saya di sini bukan untuk menjemput suami saya, saya mendampingi suami saya sejak menjadi polisi hingga ke KPK hingga hari ini 30 September ini, saya menjemput dengan bangga karena tidak ada kode etik yang dilanggar,” kata Rina di Gedung ACLC KPK, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (30/9).

saya mendampingi suami saya sejak menjadi polisi hingga ke KPK hingga hari ini 30 September ini, saya menjemput dengan bangga karena tidak ada kode etik yang dilanggar,” kata Rina di Gedung ACDia menyebut, suaminya sengaja disingkirkan dengan dalih tidak memenuhi syarat asesmen tes wawasan kebangsaan (TWK). Padahal Komnas HAM dan Ombudsman RI telah menyatakan adanya pelanggaran HAM dan malaadministrasi dalam pelaksanaan asesmen TWK.

“TWK yang sudah jelas dilanggar dan ada kesengajaan untuk menyingkirkan suami saya. Saya akan terus mendukung perjuangan di luar gedung KPK ini,” cetus Rina.

Sementara itu, pada tempat yang sama peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Kurnia Ramadhana memastikan 58 pegawai yang diberhentikan dari KPK tidak pernah melanggar kode etik. Tetapi justru Pimpinan KPK Firli Bahuri dan Lili Pintauli Siregar yang telah terbukti melanggar etik.

“Memang 58 pegawai yang diberhentikan ini tidak melanggar etik, tetapi justru Pimpinannya yang telah terbukti melanggar etik,” tegas Kurnia.

Sebelumnya, sebanyak 58 pegawai nonaktif Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi keluar dari Gedung Merah Putih KPK sekitar pukul 13.30 WIB. Perpisahan mereka disambut haru oleh para mantan Pimpinan KPK periode sebelum-sebelumnya, seperti Saut Situmorang, Bambang Widjojanto dan Busyro Muqoddas.

Mereka resmi diberhentikan dengan hormat pada Kamis (30/9) dengan dalih tidak memenuhi syarat asesmen tes wawasan kebangsaan (TWK). Mereka terdiri dari Novel Baswedan, Yudi Purnomo Harahap, Giri Suprapdiono, Ronald Paul Sinyal, Ambarita Damanik, Rieswin Rachwel, Hotman Tambunan, Harun Al Rasyid dan lain-lain. (*)

Sumber: JP Group
Editor: Jamil Qasim