Bintan-Pinang

Kekurangan SDM, PSDKP Tanjungpinang Layani Puluhan SLO Kapal Sehari

Koordinator Satuan Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan Tanjungpinang, Junet F. M. Ambarita (tengah) didampingi Penanggungjawab wilayah kerja PSDKP Bintan, Reza ditemui di Kijang, Bintan Timur, Jumat (1/10). F.Slamet Nofasusanto

batampos.id– Satuan Pengawasan (Satwas) Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (SDKP) Tanjungpinang kekurangan sumber daya manusia untuk melakukan pengawasan kapal ikan dan kapal pengangkut ikan, termasuk pelayanan permohonan surat laik operasi (SLO) kapal. Penanggungjawab wilayah kerja PSDKP Bintan, Reza mengatakan, sumber daya manusia PSDKP Tanjungpinang tidak lebih dari 10 orang.

BACA JUGA: PSDKP Tindak 30 Kapal Asing dan Amankan 274 ABK Selama 2020

Menurutnya, 2 orang petugas standarnya hanya bisa melayani sekira 16 permohonan SLO kapal. “2 orang petugas standarnya hanya untuk melayani permohonan SLO, tidak bisa melakukan pengawasan yang lain,” menurutnya.

Kenyataan di lapangan, permohonan SLO kapal yang diajukan setiap hari ke PSDKP Tanjungpinang sangat banyak. “Bisa sekira 50 hingga 70 permohonan SLO,” ujarnya. Banyaknya permohonan SLO kapal yang masuk setiap hari membuat pegawai PSDKP Tanjungpinang terpaksa bekerja di luar jam operasional kantor.

Meski kondisi demikian, masih menurut Reza, PSDKP Tanjungpinang tetap memberikan pelayanan terbaik agar kapal ikan dan kapal pengangkut ikan tidak sampai tertunda berlayar.

Sementara Koordinator Satuan Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan Tanjungpinang, Junet F. M. Ambarita mengatakan, jam operasional kantor hingga pukul 16.00 WIB. Banyaknya permohonan SLO kapal membuat petugas di bagian pelayanan harus bekerja di luar jam operasional kantor.

“Pernah satu hari sampai 80 permohonan SLO kapal. Agar keberangkatan kapal tidak tertunda, petugas kami tetap memberikan pelayanan terbaik sampai pukul 20.00 WIB,” katanya.

Dia mengatakan, elayanan terbaik tetap diberikan bagi masyarakat meskipun sumber daya manusia yang terbatas. “Kita tetap memberikan pelayanan terbaik walau sumber daya manusia kita 8 orang dibagi dua wilayah yakni Tanjungpinang dan Kijang,” katanya.

Dia menjelaskan, SLO wajib dimiliki sebelum kapal ikan dan penangkap ikan berlayar. “SLO hanya berlaku untuk satu trip, pergi ke daerah penangkapan kembali ke daerah asal,” jelasnya.

Dalam permohonan SLO kapal, dia mengatakan, agen kapal atau masyarakat mesti melengkapi berbagai persyaratan seperti surat izin usaha perikanan, surat izin penangkapan ikan dan beberapa dokumen dari instansi terkait.

Jika lengkap, selanjutnya petugas akan mengecek kondisi kapal secara menyeluruh. Jika semua terpenuhi, menurutnya, waktu yang dibutuhkan untuk menerbitkan SLO minimal 30 menit. “Kita akan terus berusaha memberikan pelayanan terbaik,” tukasnya. (*)

 

Reporter: SLAMET NOFASUSANTO
editor: tunggul